JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi akan menyinkronkan program kerja 100 hari dengan Visi Misi Kabupaten Sukabumi.
Cara ini dilakukan mengingat waktu 100 hari merupakan waktu krusial dan menentukan untuk melakukan penataan dan pembinaan organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya. Apa yang dia kerjakan harus satu tarikan nafas dengan Visi Misi Kabupaten Sukabumi.
Hal itu disampaikan Kepala DPPKB Agus Sanusi, kepada jurnalsukabumi.com, usai pelantikan di kantor DPPKB di Jalan Pelabuhan II, Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, pekan lalu.
” Dalam kesempatan baik ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak Bupati Sukabumi Wakil Bupati Sukabumi dan Sekda Kabupaten Sukabumi. Beliau telah memberikan amanah kepada saya untuk melaksanakan tugas ini. Insya Allah saya akan menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya. Karena bagaimana pun amanah ini harus dipertanggung jawabkan kepada pimpinan dan di akhirat kepada Allah SWT,” kata Agus.
Paska dilantik kata Agus, pertama yang akan dilakukan adalah segera melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan seluruh jajarannya di 47 UPTD. Sementara ini ujarnya, dia baru berkoordinasi dengan sekitar 13 UPTD. Dalam safarinya, dia terus mendorong agar jajarannya di bawah, terus menggaungkan visi dan misi Kabupaten Sukabumi, untuk keluar dari ancaman bahaya stunting.
Tidak hanya itu lanjut dia, dalam program 100 hari kerja, dia juga akan menuntaskan penanganan kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB). Caranya dengan menjalankan progam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) atau KB untuk jangka panjang. Tujuannya untuk mendukung program nasional yang saat ini sedang digalakkan oleh bupati dan wakil bupati.
“Jurus jitu dalam penanganan stunting, khususnya di DPPKB Kabupaten Sukabumi, karena bayi-bayi stunting ini banyak dari keluarga pra KS dan KS 1. Untuk itu, DPPKB akan lebih fokus penggarapan kepada keluarga pra KS dan KS 1 dengan cara menggunakan alat kontrasepsi untuk membatasi jumlah angka kelahiran,” ungkapnya.
Untuk mencegah penyebaran Covid – 19, Agus juga terus menggenjot kegiatan vaksinasi di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, saat ini juga dirinya tengah membuka kegiatan rapat melalui zoom meting dan meminta kepada jajarannya dilapangan untuk berperan aktif mensosialisasikan dan mengajak serta menggerakan masyarakat untuk di vaksin.
Dia menambahkan, 9 Septermber 2021 lalu, dalam peringatan Hari Jadi Kabuapten Sukabumi ke 151 yang jatuh pada 10 September 2021, DPPKB Kabupaten Sukabumi,, mengadakan pelayanan dengan target MKJP di Provinsi Jawa Barat sebanyak 705 akseptor. Namun yang hadir melampaui target yakni 1.545 akseptor.
“Alhamduliullah saya ucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan dilapangan atas kerjsama yang baik untuk mendorong Kabupaten Sukabumi lebih baik lagi. Semua ini, kami lakukan sesuai dengan tupoksi untuk membantu dari pada pak bupati agar Kabuoaten Sukabumi benar – benar bebas stunting AKI dan AKB,” tandasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












