Kemarau Panjang, Petani Sayur di Bojonggenteng Terpaksa Pikul Air Ratusan Meter

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sumber air di lahan pertanian sayuran di Kampung Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, mulai mengering. Akibatnya, para petani terpaksa memikul air dari lokasi yang cukup jauh demi menyiram tanaman agar tidak layu dan mati, Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran irigasi dan parit penampung yang biasanya mengalirkan air kini tampak kering kerontang. Satu-satunya sumber air yang masih tersedia berada di aliran sungai yang letaknya sekitar 500 meter dari hamparan kebun sayur.

“Biasanya air mengalir dekat, tinggal dialirkan ke lahan. Sekarang kami harus berjalan kaki memikul ember berisi air sejauh sekitar 500 meter setiap kali mengambil air. Badan terasa pegal luar biasa, sementara waktu untuk mengurus tanaman banyak habis hanya untuk mengangkut air,” ujar salah seorang petani, Badruddin (45).

Meski harus bekerja ekstra keras, air yang berhasil diangkut belum tentu mencukupi kebutuhan seluruh lahan. Para petani terpaksa menyiram tanaman secara bergantian. Namun, kondisi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air tanaman sehingga sebagian sayuran mulai tampak layu.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan bantuan, seperti pengiriman tangki air, pembangunan sumur bor, maupun pembuatan saluran irigasi darurat. Mereka juga berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian kembali normal dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Jika kondisi kekeringan terus berlanjut, para petani khawatir produksi sayuran akan menurun. Dampaknya, pasokan sayuran segar di pasar lokal dapat berkurang sehingga harga komoditas tersebut berpotensi mengalami kenaikan.

Reporter: Idris Andriansah |Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat
Exit Tol Parungkuda Mengular Siang Ini, Arus Keluar Padat Merayap
Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
Ade Suryaman Ikuti Peresmian Jembatan Garuda di Sukabumi yang Dicanangkan Presiden
Diskan Serahkan 300 Mangrove, Komunitas PENYU Siap Hijaukan Pesisir Palabuhanratu
Umumkan 4 Layanan Baru, Pasien Gawat Darurat Jantung Kini Bisa Ditangani di RSUD Sekarwangi
DPMD Soroti Posisi Kades Tamanjaya, BPD Didorong Segera Tempuh Langkah Pemberhentian
Remaja di Cibadak Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur OTK

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Ade Suryaman Ikuti Peresmian Jembatan Garuda di Sukabumi yang Dicanangkan Presiden

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Diskan Serahkan 300 Mangrove, Komunitas PENYU Siap Hijaukan Pesisir Palabuhanratu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Umumkan 4 Layanan Baru, Pasien Gawat Darurat Jantung Kini Bisa Ditangani di RSUD Sekarwangi

Berita Terbaru