JURNALSUKABUMI.COM – Saat ini sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang cukup sulit untuk dipecahkan. Kadang masyarakat enggan mengindahkan perilaku baik membuang sampah pada tempatnya, walaupun itu untuk keberlangsungan hidup mereka.
Namun ada yang cukup menginspirasi. Dalam kondisi krisis sampah seperti saat ini, pemuda di Kampung Nyangkowek RT 03/06, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi rutin menggelar kerja bakti membersihkan sampah di lingkungannya.
“Kami rutin menggelar kegiatan kebersihan ini karena ingin menjaga kebersihan dan ingin menciptakan kampung sehat,” ujar Ketua RT 03 Restu Oktapia kepada Jurnalsukabumi.com, Senin (5/4/2021).
Restu mengatakan, para pemuda dikumpulkan untuk melakukan kegiatan tersebut setiap hari Rabu dan Minggu, kerja bakti ini sudah berjalan sekitar dua bulan yang dimulai sejak Februari 2021 lalu.
“Skema pembersihan ini setiap hari para petugas mendatangi setiap rumah warga dan mengambil sampah. Kemudian dikumpulkan, dan dibawa truk untuk dibuang di penampungan sampah,” terangnya.
Restu menambahkan, skema pengambilan sampah ini diterapkan agar warga tidak membuangnya ke sungai. Dalam hal itu setiap warga dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu untuk operasional kendaraan pengangkut sampah.
“Kalau warga membuang sampah sembarangan ke sungai dikhawatirkan menyebabkan banjir, seperti yang terjadi pada tahun lalu,” ungkapnya.
“Nah, kalau sampah dari rumah warga diambil oleh pemuda, itu dikenakan biaya Rp 10 ribu perbulan. Dan uangnya itu untuk membayar sewa mobil truk,” tutupnya.
Reporter: Syahrul | Redaktur: FK Robbi












