JURNALSUKABUMI.COM – Masih ingat perkataan Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”? Pernyataan tersebut memang masuk akal, mengingat tanpa perjuangan para pahlawan, mustahil bumi pertiwi bisa lepas dari tangan para penjajah.
Bahkan Jasa para pejuang yang melawan penjajahan itu patut diapresiasikan dan diperhatikan. Karena, tanpa jasa mereka tidak mungkin negara Indonesia ini bisa merdeka.
Bahkan Presiden Republik Indoneska pertama IR. Sukarno pada setiap perayaan hari raya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus. sering mengamanatkan tentang mengenang jasa para pahlawan dan mensejahterakan kehidupan mereka.
Namun sayangnya amanat yang dilontarkan sang proklamator itu tidak pernah dirasakan oleh para veteran yang berada di Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi terkesan luput alias tutup mata terhadap para Veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) DPC Kota Sukabumi.
Saat disambangi Ketua LVRI Kota Sukabumi Dadang Haryanto mengungkapkan, LVRI di Kota Sukabumi sudah berdiri sejak 2013 silam, dengan anggota sebanyak 106 yang terdiri dari duda Veteran dan Janda Veteran.
Sambung dia saat ini kehidupan mereka terbilang cukup mengkhawatirkan dengan kondisi usia yang rata-rata di atas 70 tahun kini mereka hidup penuh dengan terbatasan ekonomi.
“Saat ini masih banyak teman kita yang telantar hari ini bisa makan gak tau besok atau lusa,” lirih sang pahlawan ini sambil menetaskan air mata.
Dengan kondisi itu lanjut dia, Veteran tidak ingin ditakuti dan dihormati, tapi mereka hanya ingin dihargai, misalnya ada perhatian dari Pemerintah Kota Sukabumi yang saat ini terbilang tutup mata dengan keberadaan para Veteran.
Ia pun tidak menampik selama LVRI berdiri di Kota Sukabumi, Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan dana hibah untuk anggota veteran sebesar Rp. 285.000 pertahunnya, namun jumlah tersebut tidak cukup. Apalagi, hanya 10 anggota yang mendapatkan dana tersebut.
“Ada dana rutin sebesar Rp. 285.000 tapi itu hanya ada setiap setahun sekali bahkan itu hanya untuk 10 orang yakni Persatatuan Istri Veteran (Piveri) Republik Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu lanjut dia, keberadaan Sekretariat LVRI di Kota Sukabumi pun seperti dianaktirikan, dengan menepati sebuah ruangan yang bertempat di Gedung Juang Kota Sukabumi, kondisinya saat ini nyaris seperti gubuk. Sudah 4 tahun tempat tersebut tidak pernah mengalami perbaikan bahkan WC yang berada di tempat itu sudah rusak.
“Tinggal di sebuah ruangan gubuk yang kumuh sudah 4 tahun tidak terawat, bahkan dengan kondisinya tidak layak dihuni oleh kita yang usia nya cukup tua,” kata Dadang.
“Kita jujur saja veteran merasa di anak tirikan sementara ormas mereka diberikan fasilitas gedung sekre yang cukup layak bahkan kendaraan untuk mobilitasnya pun di fasilitasi,” sambungnya.
Dengan kondisi itu. Dirinya sangat berharap pemangku kebijakan bisa tergugah dengan kondisi veteran saat ini.
“Veteran ini sangat sedih jika melihat perjuangan kita dalam membebaskan negara dengan kucuran darah mengorbankan seluruh jiwa raga kita,” tutupnya.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan












