JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi Terminal Tipe B Palabuhanratu yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat kembali menjadi sorotan.
Di tengah status kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) yang telah diakui dunia, terminal yang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan di Kabupaten Sukabumi justru memperlihatkan wajah yang jauh dari layak atau potret buram infrastruktur penyangga wisata.
Salah satu warga, Juna Kartadipura menyebut Kerusakan terlihat hampir di setiap sudut. Jalan di dalam terminal hancur, atap bangunan rusak, drainase kurang terawat, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut membuat kawasan tersebut terkesan kumuh.
“Kondisi itu dinilai tidak mencerminkan citra destinasi wisata unggulan Jawa Barat,” ucap Juna, Rabu (8/7/2026).
Padahal, Terminal Tipe B Palabuhanratu memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi darat yang menghubungkan Palabuhanratu dengan Kota Sukabumi, Bogor, wilayah selatan Banten, hingga kawasan pegunungan melalui layanan bus AKDP, mobil penumpang umum (MPU/Elf), dan armada DAMRI.
Terminal tersebut juga menjadi salah satu titik pertama yang dijumpai wisatawan yang datang menggunakan angkutan umum menuju kawasan pesisir selatan Sukabumi dan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Namun, fungsi strategis itu dinilai belum diimbangi dengan kondisi infrastruktur yang memadai.
“Tidak hanya saya, sejumlah wargapun mengaku kerusakan di terminal bukan persoalan baru. Minimnya perawatan membuat kondisi bangunan terus menurun dari tahun ke tahun hingga akhirnya memerlukan pembenahan besar,” tegasnya.
Sorotan terhadap kondisi terminal tersebut semakin menguat setelah Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meninjau langsung lokasi. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pengaspalan jalan, perbaikan drainase, rehabilitasi atap terminal, penataan PKL, penghijauan, hingga peningkatan kebersihan kawasan.
“Insyaallah kita akan segera benahi, di antaranya pengaspalan, drainase, atap terminal, penataan PKL, penanaman pohon supaya lebih sejuk, serta meningkatkan kebersihannya. Saya targetkan akhir tahun ini seluruh permasalahan di Terminal Tipe B Palabuhanratu selesai,” ujarnya.
Erwan juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin terhadap fasilitas publik agar kerusakan tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Saya berharap ke depan jangan sampai menunggu rusak separah ini baru diperbaiki. Sedikit demi sedikit harus segera dilakukan perawatan,” katanya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












