Kemarau Berkepanjangan, Petani di Bojonggenteng Tunda Tanam Padi Beralih ke Palawija

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Para petani di Kampung Tapos, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi terpaksa harus menunda penanaman padi di musim ini.

Hal ini diakibatkan musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Kekeringan yang melanda membuat persawahan tidak bisa disiapkan untuk tanam padi, sehingga rencana penanaman musim ini terpaksa ditunda waktu yang tidak ditentukan.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (8/07/2026) saluran irigasi yang biasa mengalirkan air ke sawah kini terlihat kering. Sumber air utama seperti mata air dan parit penampung menyusut drastis, bahkan ada yang sudah berhenti mengalir sama sekali.

‎Tanah persawahan pun retak dan keras, sehingga tidak memungkinkan untuk pengolahan lahan maupun penanaman bibit padi.

Ujang Dedi (52) salah satu petani mengucapkan, dua bulan ini tidak turun hujan sehingga dirinya bersama petani lainnya tidak bisa membajak sawah akibat kering tidak ada air.

‎“Sudah hampir dua bulan tidak turun hujan dengan intensitas cukup. Biasanya di waktu seperti ini kami sudah mulai bajak sawah dan tanam bibit, tapi sekarang air saja tidak ada. Mau tanam apa?” ujarnya.

‎Para petani mengaku sudah berusaha mencari sumber air alternatif, namun hasilnya belum memadai untuk ratusan hektar lahan pertanian. Akibatnya, mereka terpaksa menunda penanaman padi dan beralih ke Palawija.

“Untuk sementara kami menanam tanaman yang lebih tahan kekeringan, seperti jagung, ubi, atau palawija lainnya. Hal ini tentu berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani,” ucap Ujang.

Para petani berharap, “Segera ada solusi agar siklus pertanian bisa kembali berjalan normal. Jika penundaan berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pasokan beras di tingkat lokal pada musim panen mendatang,” tutup Ujang.

‎Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Berita Terbaru