Ini Linknya! Buku Panduan Ternak Ayam Petelur Cage-Free Bisa Jadi Acuan Strategi Bisnis Peternak

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku ini menggabungkan konsep teknis dengan pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan oleh peternak di Indonesia dan berbagai negara.

i

Buku ini menggabungkan konsep teknis dengan pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan oleh peternak di Indonesia dan berbagai negara.

JURNALSUKABUMI.COM  — Perubahan tren global dalam industri pangan membuka peluang baru bagi sektor perunggasan Indonesia, khususnya melalui sistem budi daya ayam petelur tanpa kandang atau cage-free. Peluang ini kini diperkuat dengan terbitnya buku “Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia” pada 1 Desember 2025.

Buku yang ditulis oleh Sandi Dwiyanto dan Mutzu Huang dari Lever Foundation ini disusun untuk memberikan panduan teknis sekaligus analisis ekonomi bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produksi telur cage-free berbasis skala komersial.

Penyusunannya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertanian, akademisi, asosiasi, perusahaan integrasi, hingga peternak. Materinya juga telah disesuaikan dengan praktik di Indonesia, sekaligus mengadopsi pendekatan berkelanjutan dari tingkat internasional.

Baca Juga: Sikat Habis Gratifikasi, Kajari Kabupaten Sukabumi: “Main Setoran, Karier Selesai!”

Sandi Dwiyanto menyampaikan bahwa tren global menunjukkan peningkatan permintaan terhadap produk yang lebih etis, aman, dan berkelanjutan. Saat ini, lebih dari 2.300 perusahaan pangan dunia telah berkomitmen menggunakan 100 persen telur cage-free, termasuk SuperIndo, Swiss-Belhotel, dan Ismaya Group.

“Melalui buku ini, kami ingin memberikan panduan yang tidak hanya mencakup konsep teknis, tetapi juga pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan di Indonesia maupun negara lain,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran panduan ini penting untuk membantu pelaku industri dalam menilai kelayakan bisnis serta menyusun strategi transformasi sistem produksi.

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Heri Dermawan menilai buku ini menjadi referensi teknis yang sangat dibutuhkan di tengah perubahan industri global.

Baca Juga: Kebakaran Truk LPG di Palabuhanratu, Muatan Ratusan Tabung Tak Terselamatkan

“Buku ini memberikan gambaran yang komprehensif—mulai dari tren global dan standar kesejahteraan hewan hingga manajemen teknis dan analisis ekonomi, termasuk studi kasus peternakan di Tiongkok serta analisis bisnis di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan dalam industri pangan global mendorong pelaku usaha untuk memikirkan kembali praktik budi daya agar lebih berkelanjutan, adaptif terhadap kebutuhan pasar, dan tetap menjaga daya saing nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Achmad Dawami menyoroti bahwa tren internasional ini membuka peluang pasar baru, baik di dalam negeri maupun dalam rantai pasok global.

Namun, ia mengingatkan bahwa peluang tersebut harus diimbangi dengan efisiensi produksi dan penyesuaian terhadap kondisi pasar domestik agar transisi berjalan realistis.

Baca Juga: Macet Total Usai Kebakaran Truk LPJ, Polisi Alihkan Arus dari Palabuhanratu ke Cikidang 

“Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam merumuskan strategi yang tepat untuk menghadapi dinamika industri global,” ungkapnya.

Selain itu, survei Lever Foundation bersama GMO Research pada Juli 2025 menunjukkan bahwa 72 persen konsumen menginginkan perusahaan menggunakan telur cage-free, dan 55 persen cenderung memilih produk dengan sistem tersebut.

Buku ini diterbitkan oleh Pertanian Press dan dapat diakses secara gratis di laman epublikasi.pertanian.go.id. Terbitnya buku ini diharapkan mampu mendorong pelaku industri menangkap peluang pasar sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Berita Terkait

Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional
SCG Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan
Memasuki Lebih Tiga Dekade, BPR NPB 11 Tetap Melayani dengan Hati, Berkarya untuk Negeri
BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:04 WIB

Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:31 WIB

BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:22 WIB

SCG Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:57 WIB

Memasuki Lebih Tiga Dekade, BPR NPB 11 Tetap Melayani dengan Hati, Berkarya untuk Negeri

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Berita Terbaru