Sikat Habis Gratifikasi, Kajari Kabupaten Sukabumi: “Main Setoran, Karier Selesai!”

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM– Genderang perang terhadap praktik korupsi dan gratifikasi ditabuh kencang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Di bawah komando Hanung Widyatmaka, S.H., M.H., Korps Adhyaksa ini menegaskan tidak ada ruang bagi oknum yang berani bermain-main dengan hukum, terutama terkait praktik “setor-menyetor” anggaran.

Kajari Kabupaten Sukabumi secara lugas memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya maupun mitra kerja di lingkungan Pemerintah Daerah hingga Pemerintahan Desa. Ia memastikan bahwa integritas adalah harga mati dalam menjalankan tugas penegakan hukum di kabupaten terluas kedua di Jawa ini.

“Saya tegaskan, tidak ada lagi praktik setor-menyetor! Jika ada oknum yang terbukti terlibat atau coba-coba bermain di zona merah ini, saya pastikan kariernya selesai hari itu juga,” tegas Hanung Widyatmaka dengan nada bicara yang lugas.

Inovasi Pelayanan dan Pengawalan Hukum

Bukan sekadar gertakan, Hanung juga memperkuat sistem pengawasan melalui berbagai program unggulan yang kini tengah masif dijalankan di Kabupaten Sukabumi, antara lain:

* Jaksa Garda Desa (Jaga Desa): Menjadi benteng bagi para Kepala Desa agar tidak terperosok dalam penyimpangan dana desa melalui pendampingan hukum yang preventif.

* Jaksa Masuk Sekolah (JMS): Menanamkan benih kesadaran hukum sejak dini kepada generasi muda Sukabumi agar melek hukum dan menjauhi kriminalitas.

* Jaksa Menyapa: Membuka sumbat komunikasi antara jaksa dan masyarakat melalui dialog terbuka di berbagai platform media.

* Optimalisasi PTSP: Memastikan setiap layanan hukum, mulai dari konsultasi hingga pengambilan barang bukti, berjalan transparan tanpa pungutan sepeser pun.

Imbauan bagi Pejabat dan Kades

Lebih lanjut, Hanung meminta seluruh pejabat daerah hingga tingkat desa untuk bekerja secara profesional dan transparan. Ia mengingatkan agar tidak memberikan hadiah, uang, atau fasilitas apa pun kepada aparat penegak hukum yang dapat memicu konflik kepentingan.

“Jangan layani jika ada pihak-pihak yang mencatut nama Kejaksaan untuk meminta imbalan. Laporkan langsung! Kita ingin mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bersih, akuntabel, dan benar-benar bebas dari korupsi,” pungkasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu
Nagrak Membiru! Warga dan Bupati Kompak Dukung Persib Bandung
Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:45 WIB

Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:01 WIB

Nagrak Membiru! Warga dan Bupati Kompak Dukung Persib Bandung

Berita Terbaru

Pendidikan

Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:34 WIB