Sempat Tak Merespons, Begini Nasib ‘Burung Garuda’ yang Pecahkan Kaca Rumah di Sukabumi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seekor elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang menabrak kaca jendela hingga pecah hingga Jumat (6/2/2026) ini masih mendapatkan perawatan tim medis di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya burung dengan ciri khas jambul di kepala yang dikenal sebagai simbol negara “Burung Garuda” itu dilaporkan menabrak kaca rumah milik Yanih di wilayah Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10:00 WIB.

Manajer Umum PPSC, Cahyono mengungkapkan pihak PPSC mendapatkan seekor elang jawa titipan dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat Resor Sukabumi pada Senin (2/2/2026) petang.

“Elang Jawa saat diserahkan kondisinya lemah, tidak ada respon yang baik tapi masih hidup,” ungkap Cahyono saat dihubungi jurnalsukabumi.com Jumat (6/2/2026).

Baca juga :

https://jurnalsukabumi.com/2026/02/03/evakuasi-elang-jawa-di-sukabumi-simbol-negara-lemah-usai-tabrak-kaca-rumah-warga/

Menurut Cahyono, karena kondisi elang jawa lemah, setelah diserahkan dari BBKSDA Jabar langsung mendapatkan perawatan dan menginap di klinik selama satu malam. Di ruang klinik, elang jawa ditangani dokter hewan dan tim.

Keesokan harinya, burung raptor yang dilindungi ini dipindahkan ke kandang karantina sambil dilakukan observasi. Sebelumnya elang jawa ini mengalami kesulitan bertengger dan sempat menjadi kekhawatiran tim medis.

Saat peristiwanya tidak ada yang mengetahui pasti, hanya saja berdasarkan keterangan, elang jawa menabrak kaca jendela rumah hingga pecah. Logikanya elang jawa kemudian terpental dan mungkin sedikit ada masalah yang berpengaruh pada bagian kaki.

“Kabar terakhir, elang jawa sudah bisa terbang dan bertengger, tidak berdiam di lantai saja,” ular Cahyono.

“Indikasinya elang jawa ini memang benar-benar masih liar, namun alami stress sehingga lemah,” sambung dia.

Cahyono menambahkan pada intinya saat ini elang jawa masih proses perawatan dan observasi, dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Untuk pelepasliaran merupakan kewenangan BBKSDA Jawa Barat.

“Semuanya menunggu hasil penanganan tim medis, dan rekomendasinya bagaimana. Kita tunggu perkembangannya,” kata Cahyono.

Baca juga :

https://jurnalsukabumi.com/2026/02/02/elang-jawa-tabrak-kaca-rumah-di-sukabumi-dievakuasi-relawan-jaga-satwa-mengapa/

Sebelumnya diberitakan, seekor burung dilindungi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dilaporkan menabrak kaca rumah milik Yanih di wilayah Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10:00 WIB.

Selanjutnya pada Minggu (1/2/2026) pukul 14:00 WIB, elang jawa atas dasar koordinasi dengan petugas BBKSDA Jabar dievakuasi relawan dari Jaga Satwa untuk penyelamatan sementara di rumahnya di Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru