Korwil BGN Sukabumi Tanggapi Delapan Tuntutan GCB, Siap Evaluasi dan Audit Dapur Cireundeu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional  (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandy Ibnu Aziz, menanggapi delapan tuntutan yang disampaikan massa Gerakan Cireundeu Bersatu (GCB) saat menggelar aksi di depan Dapur SPPG Cireundeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Jumat (5/6/2026) kemarin.

Usai mengikuti audiensi bersama perwakilan GCB, Pemerintah Desa Girijaya, dan pihak SPPG Cireundeu, Sandy menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya dalam meningkatkan pelayanan program pemerintah di wilayah tersebut.

“Kami akan segera menindaklanjuti berbagai tuntutan dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Saya juga telah menginstruksikan kepala dapur untuk memberikan pelayanan yang maksimal serta merangkul masyarakat agar program pemerintah ini dapat berjalan lebih baik,” ujar Sandy kepada wartawan.

Menurutnya, tuntutan yang disampaikan GCB mulai dari persoalan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan limbah, sertifikasi tenaga ahli gizi, keterlibatan UMKM lokal hingga transparansi pengelolaan dapur akan menjadi perhatian serius pihaknya.

Sandy bahkan menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan dalam pengelolaan dapur SPPG.

“Apabila terbukti terjadi penyalahgunaan anggaran operasional, kami akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pergantian pengelola,” tegasnya.

Terkait tuntutan audit terhadap Dapur SPPG Cireundeu, pihaknya menyatakan terbuka terhadap proses evaluasi dan pemeriksaan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.

Di sisi lain, Sandy mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pengawasan dapur SPPG di Kabupaten Sukabumi. Dengan jumlah dapur yang telah mencapai lebih dari 400 unit, proses monitoring dan evaluasi belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Kami mengakui masih banyak masukan dari masyarakat terkait menu makanan, IPAL, maupun aspek lainnya. Dengan jumlah dapur yang cukup banyak, tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun ke depan kami akan meningkatkan kinerja pengawasan serta mendorong pengelola dapur untuk memperbaiki sisi manajerial,” katanya.

Sebelumnya, massa GCB menyampaikan delapan tuntutan kepada pihak SPPG Cireundeu, di antaranya pergantian kepala dapur, ahli gizi dan akuntan, penerapan SOP secara ketat, pemenuhan standar sanitasi dan IPAL, pelibatan UMKM lokal, transparansi pengelolaan serta audit terhadap dapur SPPG.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Desa Girijaya tersebut berakhir dengan komitmen dari pihak SPPG untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Reporter: CR24 | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak
Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kemarau Panjang, Petani Sayur di Bojonggenteng Terpaksa Pikul Air Ratusan Meter

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17 WIB

Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Senin, 13 Juli 2026 - 16:09 WIB

Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet

Berita Terbaru