JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat eksistensi Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) sebagai kawasan unggulan dunia yang tak hanya kaya keindahan alam, tetapi juga sarat nilai budaya dan semangat kebersamaan masyarakat.
Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menegaskan bahwa CPUGGp bukan sekadar proyek pariwisata, melainkan ruang kolaborasi untuk mengembangkan kebudayaan lokal, memberdayakan generasi muda, serta menumbuhkan prestasi olahraga di daerah.
“Disbudpora akan selalu mendukung upaya pengembangan CPUGGp melalui pemberdayaan objek pemajuan kebudayaan daerah, peningkatan peran serta pemuda dalam pembangunan, serta kegiatan olahraga berprestasi guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah,” ujar Yudi, Sabtu (11/10/2025).
Disbudpora menempatkan kebudayaan sebagai ruh dari CPUGGp. Melalui berbagai program seperti pelatihan seni tradisi, festival budaya, hingga penguatan komunitas budaya, dinas ini berupaya memastikan bahwa warisan budaya Sukabumi tetap hidup dan relevan dengan zaman.
Kesenian tradisional, cerita rakyat, hingga kearifan lokal dari berbagai wilayah akan diangkat sebagai identitas geopark yang membedakan Sukabumi dari kawasan lain.
“Kebudayaan lokal adalah jantung geopark. Ketika masyarakat memahami dan bangga terhadap budayanya, maka pariwisata akan tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Yudi.
Disbudpora juga menjadikan pemuda sebagai aktor utama dalam menjaga dan mengembangkan CPUGGp. Mereka akan dilibatkan sebagai duta geopark, pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata, hingga wirausaha muda yang berorientasi pada kelestarian alam dan budaya.
Melalui pelatihan dan pendampingan, generasi muda diharapkan menjadi motor inovasi untuk membawa CPUGGp menuju tingkat pengelolaan berkelas dunia.
“Pemuda Sukabumi harus hadir di garda terdepan. Mereka tidak hanya menikmati alamnya, tapi ikut merawat, mengembangkan, dan mempromosikan geopark ke dunia internasional,” kata Yudi.
Selain kebudayaan dan kepemudaan, Disbudpora juga berperan dalam memadukan olahraga dengan pariwisata. Kegiatan olahraga seperti maraton, paralayang, sepeda wisata, hingga olahraga petualangan alam akan menjadi daya tarik baru di kawasan geopark.
Langkah ini bukan hanya untuk membangun prestasi atlet daerah, tetapi juga memperkuat citra Sukabumi sebagai destinasi sport tourism yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.
Yudi menegaskan, keberhasilan CPUGGp tidak bisa dicapai secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas, akademisi, hingga media.
“Geopark bukan hanya tentang alam, tetapi tentang manusia dan budayanya. Jika budaya hidup, pemuda bergerak, dan olahraga berprestasi, maka CPUGGp akan menjadi kebanggaan dunia,” ujarnya tegas.
Dengan dukungan penuh dari Disbudpora, pengembangan CPUGGp diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pariwisata, tetapi juga pada pelestarian budaya, pemberdayaan generasi muda, peningkatan citra daerah, serta keberlanjutan pembangunan Sukabumi di masa depan.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












