JURNALSUKABUMI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Nusa Putra melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi pada tanggal 23 Februari 2025.
Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan desa melalui kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dengan mengangkat tema “Bersinar dengan Pendidikan, Menuju Masa Depan Terang.”
Muhammad Rizwan, Ketua Kelompok KKN Dusun 2 Warudoyong, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Pendidikan tidak hanya membentuk wawasan, tetapi juga memperluas peluang dan meningkatkan kualitas hidup seseorang,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com.
Acara yang berlangsung pada Minggu, 23 Februari 2025 tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari orang tua, anak-anak, hingga Kepala Desa Margaluyu.
“Alhamdulilah, antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Sosialisasi ini difokuskan pada pemahaman mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan serta dampak negatif yang dapat timbul akibat pernikahan di usia dini,” terangnya.
Masih kata Muhammad Rizwan, tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan status sosial seseorang. Pendidikan juga menjadi modal dasar dalam mengambil keputusan dan menentukan arah kehidupan. Dengan bekal pendidikan yang cukup, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan zaman serta memiliki peluang yang lebih luas dalam dunia kerja maupun pengembangan diri.
“Intinya kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda desa. Kami ingin adik-adik di Desa Margaluyu punya mimpi besar dan berani mengejarnya lewat pendidikan. Jangan sampai masa depan mereka terhenti karena keputusan yang diambil terlalu cepat,” kata Rizwan.
Sementara itu, salah satu orang tua yang hadir Ibu Ai mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini membuka wawasan baru, terutama terkait risiko sosial, ekonomi, dan psikologis dari pernikahan dini.
“Edukasi seperti ini penting agar orang tua dan anak dapat berdiskusi bersama sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan,” ucapnya.
Dalam sesi diskusi, dijelaskan pula bahwa pencegahan pernikahan dini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, dukungan untuk melanjutkan pendidikan, serta penguatan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi yang tepat sejak dini diyakini mampu menekan angka pernikahan usia anak dan mendorong generasi muda untuk fokus pada pengembangan diri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Margaluyu. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, diharapkan generasi muda desa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap, mandiri, dan optimis dalam meraih masa depan yang cerah. Tema “Bersinar dengan Pendidikan, Menuju Masa Depan Terang” pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi semangat bersama dalam membangun desa yang lebih maju,” tutup Rizwan.
Reporter: PPL | Redaktur: Ujang Herlan

















