JURNALSUKABUMI.COM – Sepanjang tahun 2024, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 27.397 warga mengajukan Kartu AK1 (kartu kuning) sebagai tanda pencari kerja.
Plt Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Erni Mariyana, mengatakan bahwa pelayanan kartu kuning kini lebih simpel berkat adanya aplikasi online bernama Silent Center.
“Sepanjang tahun 2024, data kami menunjukkan sebanyak 27.397 orang memanfaatkan layanan pendaftaran online untuk membuat kartu kuning, walaupun masih ada sebagian kecil yang menggunakan metode offline dan datang ke kantor,” ujar Erni, Rabu (29/1/2025).
Erni menjelaskan, Silent Center tidak hanya mempermudah proses pembuatan kartu kuning, tetapi juga menyediakan informasi lowongan kerja dan program pelatihan untuk calon tenaga kerja. Hal ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dari berbagai lapisan.
“Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap inovasi yang ditawarkan Disnakertrans. Dengan aplikasi ini, kami bisa menjangkau lebih banyak orang dan memberikan informasi secara cepat,” tambahnya.
Meski layanan online menjadi andalan, Disnakertrans tetap melayani warga yang datang langsung ke kantor.
Menurut Erni, beberapa orang masih memilih metode offline karena keterbatasan akses internet atau kesulitan teknis, seperti masalah jaringan atau kendala saat menautkan Gmail untuk registrasi.
“Beberapa dari mereka memang ada yang belum mengetahui cara pembuatan kartu kuning secara online, ada juga yang mengetahui tapi terkendala jaringan atau Gmail mereka yang sulit ditautkan. Tentunya tetap dilayani,” jelasnya.
Erni juga menyebut bahwa layanan online ini mampu mengurangi antrean panjang di kantor Disnakertrans, terutama pada bulan-bulan sibuk seperti Juni hingga Juli.
“Kami berusaha mengantisipasi lonjakan jumlah pencari kerja yang biasanya memadati kantor pada waktu tertentu. Dengan layanan online, masyarakat bisa mengurus kartu kuning tanpa harus datang langsung, sehingga lebih efisien,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri












