JURNALSUKABUMI.COM – Pengamat politik, Asep Deni menilai bahwa perilaku kampanye hitam atau black campain sudah tak zaman lagi digunakan.
Menurutnya, para pasangan calon (paslon) Walikota dan Walikota pada Pilkada Kota Sukabumi harus terus bergerak untuk menaikkan popularitas dan elektabilitasnya di sisa waktu yang ada sebelum pemilihan.
“Saat ini bukan musim nyerang satu sama lain itu tidak menjadi menarik, sekarang itu bagaimana membuat personal branding para paslon oleh timnya agar bisa menjelaskan kinerjanya dan nilai itu mudah dicerna oleh semua lapisan masyarakat,” kata Asep Deni saat pada awak media, Selasa (28/10/2024).
Asep memaparkan, setidaknya ada 2 model kampanye yang bisa menaikan elektabilitas ketiga paslon di Pilkada Kota Sukabumi.
Menurut dosen Universitas Linggabuana itu, model kampanye tersebut ialah door to door serta melalui jejaring platfrom media sosial.
“Generasi lama itu senangnya mereka ketemu dengan paslon, ada yang mengenalkan, sedangkan pemilih milenial dan diatasnya mereka lebih senang pada platfrom media sosial sebab hampir semua memiliki gadget,” sambungnya.
Dari model kampanye dari rumah ke rumah atau door to door, Asep Deni menilai bahwa para paslon harus memiliki pegangan tokoh di daerah tersebut agar bisa mengkapitalisasi suara.
Sedangkan kampanye di media sosial, hal itu akan menarik perhatikan kalangan muda serta mudah diingat.
Asep Deni juga berhap, ketiga paslon yang berkontestasi di Pilkada Kota Sukabumi bisa memaparkan program mereka dengan baik dan menjawab keraguan yang ada di masyarakat.
“Para paslon harus menawarkan program program unggulan yang terbaik, dan bisa menunjukan kemampuan menjelaskan menarasikan, menerjemahkan, visi-misi serta program mereka, sebab hal itu juga bisa menambah popularitas mereka,” tegas Asep Deni.
Redaktur: Ujang Herlan












