Pilkada Kabupaten Sukabumi: Para Kandidat Marak Citra Ambisi, Dinilai Minim Gagasan

Senin, 22 April 2024 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sederet nama dengan latarbelakang beragam kian bermunculan meramaikan bursa kandidat perhelatan Pilkada Kabupaten Sukabumi, 27 November 2024 mendatang. Mereka berangkat dari berbagai latar belakang berbeda; mulai dari politisi, birokrat/mantan birokrat, profesional, maupun pengusaha. Akan tetapi, sejauh ini sebagian besar dari mereka cenderung masih terkesan citra diri dan ambisi, dinilai masih minim gagasan.

Berdasarkan pengamatan Tim Research and Development (R&D) Jurnal Sukabumi Pilkada 2024, dari sekian nama yang sudah mencuat belakangan terakhir sudah melakukan keseriusannya dengan mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik sebagai perahu pada pertarungan pesat demokrasi lima tahunan tersebut.

Bahkan, sejumlah komunitas atau kelompok masyarakat sudah mendeklarasikan diri dan mendukung masing-masing jagoannya. Tidak sampai di situ, platform media sosial sudah wara-wiri untuk memperkenalkan diri dan beberapa visi misinya.

Sayangnya, dari sebagian mereka terkesan belum ada yang menyampaikan gagasan atau solusi menjawab permasalahan yang mencuat di tengah masyarakat. Satu di antaranya, yakni isu strategis untuk perubahan pembangunan lebih baik di kabupaten terluas kedua di Jawa dan Bali ini.

Dari temuan (R&D) Jurnal Sukabumi Pilkada 2024, misalnya, bidang pertanian yang masuk dalam sektor unggulan dan masuk Rancangan Rencana Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sukabumi tahun 2025-2045. Dari data yang dihimpun, kondisi pertanian di Kabupaten Sukabumi terus merosot.

Dari data itu menyebutkan produktivitas padi (sawah dan gogo) di Kabupaten Sukabumi berkurang 0,178 ton/hektar dalam 5 tahun (2018-2022).

Lalu, luas lahan sawah berkurang 9.798 hektar selama tahun 2016-2022 atau berkurang 1.960 hektar per tahunnya. Dan rumah tangga petani berkurang 7.786 rumah tangga selama tahun 2013-2020 atau berkurang 973 rumah tangga per tahunnya.

Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Barat, Abubakar Abdul Hasan.

Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Barat, Abubakar Abdul Hasan, membenarkan kondisi minimnya gagasan para bakal calon yang akan ‘bertarung’ di Pilkada Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari gerakan-gerakan atau langkah masing-masing calon tersebut yang cenderung hanya berambisi mengenalkan diri ke publik.

“Coba lihat mana gagasan dari mereka (kandidat, red). Mereka saat ini cenderung bercitra ambisi dan terkesan memperebutkan perahu untuk mencalonkan, tanpa dibarengi dengan gagasan atau punya solusi apa? Masalah di Kabupaten Sukabumi itu saat ini sangat banyak, pertanian aja contohnya. Baik dari produktivitas maupun luasan lahan terus merosot, tapi kami lihat para kandidat tidak ada yang menyoroti itu. Masalah lainnya, seperti angka pengangguran dan infrastruktur masih banyak PR,” tegas Amo, panggilan karib Abubakar Abdul Hasan.

Sementara dari informasi yang beredar, hingga saat ini sejumlah nama kandidat sudah digadang-gadang maju. Di antaranya, sebut saja dari kalangan birokrat maupun mantan birokrat di Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, Asep Jafar, Zaenul, Usman Zaelani dan Unang Sudarma. Dari kalangan politisi, mencuat nama Yudha Sukmagara, Dimas Satriyo, Yudi Suryadikrama, Sirojudin, Ayep Zaki, Hasyim Adnan, Sodikin, Anjak Priatama, Budi Azhar dan Agus Mulyadi.

Lalu, dari kalangan tokoh atau professional beredar nama, Rastia Mutiarani, Deden Wahyudi, Habib Mulki, Budi Zabur Irawan dan Wibowo Hadikusuma.

Dari sejumlah nama tersebut beberapa nama di antaranya sudah mendaftar dan dicalonkan ke beberapa parpol. Seperti, Iyos Somantri, Asep Jafar, Unang Sudarma, Budi Azhar, Ayep Zaki, Deden Deni Wahyudin, Zaenul, Usman Zaelani, Sirojudin, Yudi Suryadikrama dan Rastia Mutiarani.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru