Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Musim kemarau kembali menjadi ujian berat bagi para petani di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Di tengah semangat meningkatkan produksi pangan, banyak petani justru dihadapkan pada persoalan paling mendasar, yakni sulitnya mendapatkan air untuk mempertahankan tanaman mereka tetap hidup.

Di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, misalnya, sejumlah petani harus mengangkut air dari sumber yang jauh menggunakan sepeda motor. Setelah itu, air masih harus dipikul melewati jalan setapak hingga lereng kebun untuk menyiram tanaman cabai yang mulai mengering.

Perjuangan tersebut bukan hanya dilakukan oleh satu orang. Banyak petani menjalani rutinitas serupa setiap hari agar tanaman yang menjadi sumber penghidupan keluarga tidak mati sebelum masa panen.

Salah seorang petani, Mang Kuyil, mengatakan kondisi itu terpaksa dilakukan karena mereka tidak memiliki sarana pengairan yang memadai.

“Kami paham pemerintah punya keterbatasan anggaran. Tapi tanaman tidak bisa menunggu. Kalau tidak disiram, habis semua. Mau tidak mau kami angkut air sendiri,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, para petani sebenarnya tidak berharap bantuan yang rumit ataupun bersifat sesaat. Mereka lebih membutuhkan sarana yang mampu digunakan dalam jangka panjang, salah satunya mesin pompa air.

“Dengan adanya pompa air, sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif sehingga petani tidak lagi menghabiskan tenaga hanya untuk mengangkut air menuju lahan,” terangnya.

Harapan tersebut juga mewakili banyak petani lain yang menghadapi kondisi serupa. Kemarau membuat lahan mulai retak, sementara biaya produksi terus meningkat. Di sisi lain, hasil panen menjadi satu-satunya sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pertanian bukan hanya soal benih, pupuk, atau harga hasil panen. Ketersediaan air menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam, terutama ketika kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Bagi para petani, keberadaan pompa air akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas. Selain menghemat tenaga dan waktu, alat tersebut memungkinkan penyiraman dilakukan secara lebih rutin sehingga produktivitas lahan tetap terjaga,” tuturnya.

Perlu diketahui, Di tengah berbagai program penguatan ketahanan pangan, kebutuhan terhadap infrastruktur pengairan sederhana dinilai menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Sebab tanpa air, benih unggul, pupuk, hingga kerja keras petani tidak akan mampu menghasilkan panen yang maksimal.

“Kini, harapan para petani di Cidolog bukanlah sesuatu yang muluk. Mereka hanya ingin memiliki akses air yang lebih mudah agar tetap bisa menanam, memanen, dan mempertahankan mata pencaharian mereka,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat
Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WIB

MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Berita Terbaru