JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang perayaan Hari Santri yang biasa diperingati pada tanggal 22 Oktober, Pesantren Hayya Shola dan Masjid Hayya alal Falah (HSHF) di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi diresmikan, Minggu (15/10/2023).
Peresmian pesantren ini dihadiri oleh pejabat militer dan ulama nasional yang akan memberikan dukungan dan doa. Diharapkan pesantren ini menjadi penjaga NKRI dan imam perdamaian dunia.
Tak hanya itu, ribuan umat muslim dari berbagai penjuru Indonesia yang tergabung dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah sekaligus donatur dalam pembangunan pesantren sluas 5 hektare ini pun turut hadir menyaksiakan.

Ketua Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Joko Herwanto menjelaskan tentang profil Thariqoh Shiddiqiyyah, di mana pendidikan pesantren dan tarbiyyahnya menekankan pentingnya pengembangan akhlak dan rasa cinta tanah air dalam abdan syakuro.
“Almukarom Syekh Moch Muchtar Mu’thi Muchtarulloh Al Mujtaba mendirikan pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathan Minal Iman Shiddiqiyyah pada tahun 1974. Banyak monumen yang memperingati kebangsaan, seperti Hari Santri, Sumpah Pemuda, Teks Proklamasi, dan lainnya, dibangun di sekitar pesantren ini, termasuk bangunan di luar Jombang,” kata Joko.
Lebih lanjut, Joko Herwanto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek keimanan dan kemanusiaan. Dia juga menyoroti pentingnya selalu bersyukur atas kemerdekaan Indonesia dan tidak lengah terhadap nikmat tersebut.

“Thoriqoh Shiddiqiyyah, setiap bulan Agustus, merayakan kemerdekaan Indonesia dengan membangun rumah-rumah layak huni bagi kaum dhuafa. Selama 22 tahun, Shiddiqiyyah telah membangun lebih dari 1800 rumah secara gratis di seluruh Indonesia,” terangnya.
“Bahwa posisi Thoriqoh Shiddiqiyyah bukanlah dalam politik, tetapi fokus pada nilai-nilai syukur. Mursyid memberi kebebasan kepada para santri untuk membuat pilihan politik mereka sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kapuspen TNI, Laksda Julius Widjojono, menyampaikan bahwa Panglima TNI seharusnya hadir pada acara tersebut, namun ada kegiatan dengan Presiden yang harus dihadiri. Tetapi, beliau tetap memberikan dukungan kepada Thariqoh Shiddiqiyyah.
“Panglima TNI memohon doa dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah agar bangsa Indonesia dapat menghadapi agenda politik dan tantangan di luar negeri. Kita bersama-sama harus mewujudkan Indonesia Raya,” kata Kapuspen.
Maudiyoh Sang Mursyid dimulai dengan mengutip alinea 3 UUD 1945 yang menekankan dua berkat rahmat, yaitu yang bersifat umum dan khusus. Berkat rahmat tersebut khusus untuk bangsa Indonesia yang telah meraih kemerdekaannya.
“Tanda dari berkat rahmat ini adalah saat NKRI menghadapi peristiwa perang 10 November (Battles of Surabaya) di Surabaya dan pembentukan TNI. Peristiwa ini tidak boleh dilupakan, dan kemerdekaan bangsa harus dijaga, sebagaimana seruan jihad dalam peristiwa tersebut,” tegas Sang Mursyid.
Dalam pembangunan Pesantren HSHF, Thoriqoh Shiddiqiyyah berkomitmen untuk mensyukuri Hari Santri Indonesia dan memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki peran penting sebagai pemimpin perdamaian dunia. Acara peresmian Pesantren HSHF ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












