JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang ditemukan membusuk di dalam rumah kost.
Lokasi berada di Babakan Cibatu, RT 18/RW 04, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota IPTU Astuti Setyaningsih mengatakan, jasad korban yang diketahui berinisial MA (64) ini, merupakan asal warga Jalan Raya Ahmad Yani, RT 002/RW 001, Kelurahan/Desa Macanang, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
“Mayat MA ini ditemukan pada Minggu (08/10) sore sekitar pukul 17.45 WIB. Ini bermula saat warga mencium bau yang tidak sedap yang berasal dari sekitaran rumah kostan korban,” kata Astuti dalam keterangannya Senin (09/10/2023).
Setelah itu, warga setempat mengecek dari jendela kamar kosan korban tersebut dan terlihat ada sesosok mayat yang sudah dalam keadaan membusuk.
“Waktu itu, posisi mayat keadaan telungkup. Iya, diperkirakan mayat tersebut meninggal sudah lima hari yang lalu,” ujar dia
Korban semasa hidupnya tinggal atau berada di rumah kostan itu, hanya seorang diri. Sementara, mantan istri siri yang berinisial DS (40) tinggal tidak jauh dari tempat kejadian ditemukan mayat tersebut.
“Dari perkawinan siri korban dengan DS ini, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang berinisial DM berusia 3 tahun,” jelasnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga setempat langsung memberitahukan mayat tersebut kepada mantan istrinya. Selanjutnya, mantan istrinya itu memberitahukan anak korban yang berada di Kabupaten Bone, Sulawesi, ayahnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rumah kosan.
“Setelah diberitahukan kepada anaknya yang di Bone Sulawesi tersebut, anak yang di Bone Sulawesi mengobrol dulu dengan keluarga yang lainnya yang berada di Bone Sulawesi, dan mengatakan agar mayat bapaknya di kuburkan di Sukabumi Cisaat ” terang dia.
Lebih lanjut, jasad tersebut dibawa Ke Rumah Sakit R. Syamsudin S.H Kota Sukabumi, untuk dilakukan visum luar guna mengetahui penyebab kematian.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter dari dari rumah sakit itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tutupnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












