JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, memfasilitasi 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memaksimalkan pemasaran melalui media digital.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro pada Diskumindag Kota Sukabumi, Agus Mulyana, usai menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital, di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Rabu (23/8/23).
“Pengenalan sistem ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital dari angkatan pertama yakni pada 9 Mei hingga angkatan X pada 23 Agustus,” kata Agus.
Melalui pendidikan dan pelatihan vokasi kata dia, para peserta diajarkan tentang cara-cara memasarkan produk UMKM melalui media sosial seperti TikTok, Shopee, dan aplikasi lainnya.
Diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk membantu para pelaku UMKM, agar lebih berdaya dan memberikan kontribusi yang besar dalam mendorong perekonomian di Kota Sukabumi, tambahnya.
Pengembangan UMKM lanjut dia, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dalam upaya meningkatkan penghasilan maka ada kesejahteraannya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, di Kota Sukabumi ada sekitar 31 ribu pelaku UMKM. Secara matematis, jika satu UMKM mempekerjakan satu orang, maka ada 31 ribu orang pekerja yang terserap dalam pergerakan usaha mereka.
Masih kata Agus, perhatian kepada UMKM harus dilakukan secara penuh. Mengingat kontribusinya yang cukup signifikan dalam memberikan sumbangsih dalam proses pembangunan perekonomian.
“Kalau dulu membeli barang datang ke toko, sekarang melalui online. Sehingga bagaimana barang dijual secara online dan konsumen memiliki ketertarikan untuk membelinya,” ujarnya.
Lanjut Agus, para pelaku UMKM diberikan konsep dasar menjual online. Ia berpesan manfaatkan waktu singkat tersebut dalam mendapatkan ilmu dan dapat diimplementasikan.
“Harus ada dampak dirasakan setelah mengikuti pelatihan bukan sekedar ikut-ikutan saja. Pelatihan ini kesempatan dalam meningkatkan kemampuan menjual online,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












