Eten Rustandi: Penyaluran BBM Bersubsidi Pantang Langgar Aturan

Kamis, 6 Juli 2023 - 19:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, Eten Rustandi menjelaskan seputar penutupan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cimuncang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

“Benar SPBU tersebut tutup. Karena kena sanksi Pertamina. Kami merasa prihatin, anggota kami kena sanksi karena tidak disiplin menyalahi aturan yang ditetapkan,” kata Eten saat dikonfirmasi, pada Kamis (06/07/2023).

Dia menjelaskan, saat ini setiap pembelian BBM bersubsidi di setiap SPBU yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, terutama bio solar harus melalui My Pertamina dengan menggunakan barcode.

Akan tetapi jika pembelian melalui jerigen harus mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait terutama bagi para petani  nelayan.

“Tetap akan dilayani selama ada surat rekomendasinya yang non kendaraan. Nah, SPBU tersebut berdasar pemeriksaan dan pemantauan ada yang tidak melalui ketentuan yang diwajibkan alias melanggar aturan yang ditetapkan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, SPBU Cimuncang telah diberikan sanksi oleh pihak Pertamina dengan cara tidak diberi pasokan BBM atau tutup selama satu bulan serta untuk rentang waktu saksinya tergantung kebijakan pihak Pertamina.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, bahwa BBM bersubsidi ada aturan yang harus ditaati penjualannya oleh SPBU atau pembeliannya oleh masyarakat.

“Jadi semua itu berkaitan dengan program subsidi tepat dari pemerintah. Dimana distribusinya harus tepat sasaran, jadi jangan sampai digunakan oleh para oknum spekulan. Makanya setiap liter BBM yang disalurkan harus dipertanggungjawabkan. Karena ada muatan subsidinya,” tandasnya.

Sementara itu, warga Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, H. Abuy mengeluhkan terkait tutupnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cimuncang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Ketua RW 07, Kedusunan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes itu mengatakan, SPBU Cimuncang sudah tidak beroperasi sekitar empat hari terakhir.

Dampaknya, warga khususnya para sopir angkot di jalur ini, tidak bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut, sehingga harus mengisi BBM di lokasi yang lebih jauh. “Iya, sudah ada sekitar empat hari SPBU itu tutupnya,” kata Abuy.

Menurutnya, keberadaan SPBU Cimuncang itu, sangat bermanfaat untuk warga yang memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Jadi, SPBU itu buka hanya dibutuhkan oleh warga dari Kecamatan Kebonpedes saja. Tetapi, juga dibutuhkan oleh warga atau pengendara dari wilayah Kecamatan Cireunghas dan Kecamatan Gegerbitung,” jelas dia.

Masih kata Abuy, dampak dengan tutupnya SPBU ini, masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak. Khususnya warga dari tiga kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Yakni, Kecamatan Kebonpedes, Gegerbitung dan Cireunghas.

“Iya, terutama para supir angkot menjadi kesulitan untuk mengisi BBM. Jadi, semenjak SPBU Cimuncang ditutup, kami atau para sopir angkot ngisi BBM-nya ke SPBU Cimahpar Sukaraja. Nah, ini jaraknya lumayan jauh dari lokasi SPBU Cimuncang,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Berita Terbaru