JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati, H. Iyos Somantri, didampingi Kepala Bappelitbangda Asep Abdul Wasit, Kepala DPMD Gungun Gunardi, Kadis Pertanian Sri Hastuti Harahap dan Kepala Dinas Peternakan Hj Dedah Menghadiri Acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Konservasi Lingkup Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Lido Lake Resort Cigombong Kab. Bogor, Jumat (7/4/23).
Penandatanganan PKS Kemitraan Konservasi ini dalam rangka pemulihan ekosistem antara Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan 15 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Serta Bimbingan Teknis Kemitraan Konservasi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Wabup mengucapkan rasa syukur dan apresiasi kepada TNGHS atas terselenggaranya kerjasama tersebut. Terlebih melibatkan 14 KTH Kabupaten Sukabumi dalam penandatanganan PKS itu
Wabup mengatakan, bahwa melalui PKS ini intinya adalah untuk menyamakan persepsi bagaimana agar alam tetap terjaga, bumi tetap lestari dan masyarakatnya sejahtera.
“Win win solution ini dibangun untuk bisa saling memberikan manfaat” ucapnya.
Masih kata wabup dalam pemulihan ekosistem menjadi kegiatan yang tidak terelakkan bagi pengelola kawasan konservasi, pengelolaannya pun memerlukan kerjasama. Bahkan pemulihan ekosistem ini tidak mudah dan tak mungkin bisa dikerjakan sendiri.
Untuk itu Iyos mengajak semua pihak untuk turut serta dalam upaya pemulihan ekosistem tersebut. “Mari bersama sama kita dorong pemulihan ekosistem sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki” ujarnya.
Di tempat yang sama Kepala Balai TNGHS Irzal Azhar melaporkan pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerjasama konservasi ini dalam rangka pertumbuhan ekosistem yang membutuhkan dukungan para pihak terkait lainnya
“kami sampaikan hari ini di laksanakan 15 perjanjian kerjasama yang terletak di 1 KTH berlokasi di Kabupaten Bogor dan 14 KTH berlokasi di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
“Melalui kerjasama ini di harapkan kawasan konservasi akan di lakukan penanaman jenis pohon asri dan DHS 15 kelompok tani hutan ini bekerjasama sejak tahun 2021 pada akhir bulan Januari 2023,” terangnya.
Disamping itu, pihak balai TNGHS telah bekerjasama dengan sumber absolute Indonesia yang telah kita melaksanakan workshop untuk melakukan program konservasi, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana












