Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah rumah sederhana di gang sempit Kampung Warungceri, RT 14/06, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kabupaten Sukabumi, menjadi saksi perjuangan panjang sebuah keluarga merawat anggota keluarganya yang terbaring sakit selama lebih dari tiga dekade.

Ahmad Yani (41), anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Saroh dan M. Shaleh, telah menghabiskan 31 tahun hidupnya di atas pembaringan. Kondisinya yang kian memburuk membuat ia tidak lagi mampu beraktivitas dan sepenuhnya bergantung pada perawatan keluarga.

Kehadiran Bupati Sukabumi, Asep Japar, di rumah sederhana itu menjadi momen yang tak pernah dibayangkan oleh keluarga. Kunjungan tersebut terjadi saat bupati sedang menjalankan kegiatan sosial pembagian daging kurban di wilayah tersebut.

Air mata haru tak terbendung dari Epah, kakak kandung Ahmad Yani. Ia mengaku seluruh keluarganya terkejut sekaligus terharu ketika orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu bersedia melihat langsung kondisi adiknya.

“Demi Allah, kami sekeluarga menangis. Tidak menyangka Pak Bupati mau datang dan melihat adik saya,” ujar Epah sambil menyeka air mata.

Menurut Epah, penderitaan Ahmad Yani bermula ketika masih berusia 10 tahun. Saat itu ia mengalami epilepsi dan terjatuh di kamar mandi. Insiden tersebut menyebabkan cedera serius pada tulang belakang yang mengubah jalan hidupnya hingga kini.

Selama puluhan tahun, berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. Ahmad Yani tercatat sudah menjalani lima kali operasi di rumah sakit. Namun kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

“Sudah lima kali operasi, tetapi kondisinya terus memburuk. Untung BPJS masih aktif sehingga pengobatan tetap bisa berjalan,” tutur Epah.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga tidak pernah meninggalkan Ahmad Yani. Tiga saudaranya bergantian merawat setiap hari dengan penuh kesabaran. Sementara sang ibu yang kini sudah lanjut usia juga mengalami kebutaan dan tidak lagi mampu berjalan.

Beban perawatan yang berat kerap menjadi tantangan tersendiri. Selain kebutuhan biaya harian, keluarga harus menghadapi risiko luka baring yang terus memburuk akibat kondisi Ahmad Yani yang tidak dapat bergerak.

Dalam situasi tertentu, ketika keterbatasan ekonomi membuat perawatan tidak optimal, luka yang dideritanya bahkan pernah dipenuhi belatung.

“Sedih sekali. Pernah karena tidak ada biaya dan sulit menjaga kebersihan, lukanya sampai dipenuhi belatung. Setiap hari saya harus mencari uang sekitar Rp150 ribu untuk perawatan adik saya. Syukurnya ada perawat yang baik hati dan rutin membantu membersihkan,” ungkap Epah.

Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga mengaku tidak pernah kehilangan harapan. Karena itu, kedatangan bupati menjadi suntikan semangat sekaligus bentuk perhatian yang selama ini mereka rindukan.

“Kami berterima kasih. Baru kali ini saya merasakan ada pemimpin yang begitu peduli kepada masyarakat kecil,” kata Epah.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk memastikan Ahmad Yani mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan akses layanan kesehatan meskipun keluarga memilih untuk merawat Ahmad Yani di rumah.

“Keluarga sudah berupaya maksimal, termasuk menjalani lima kali operasi. Walaupun saat ini memilih perawatan di rumah, kami akan memastikan pelayanan kesehatan tetap diberikan dan dipermudah,” ujar Asep Japar.

Di balik kisah panjang Ahmad Yani, tersimpan potret keteguhan keluarga yang selama 31 tahun merawat tanpa menyerah. Dalam rumah sederhana itu, kasih sayang menjadi kekuatan utama untuk bertahan menghadapi cobaan yang tak kunjung usai.

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Jangan Cuma Keliling di Sukabumi Expo, Ada Layanan Konsultasi Hukum Gratis di Stand Setda
Pencari Kerja Wajib Mampir, Ribuan Lowongan Tersedia di Job Fair Disnakertrans di Palabuhanratu 
HJKS ke-156, Kajari Kabupaten Sukabumi Tumpal Eben Ezer Sampaikan Selamat dan Siap Kawal Pembangunan
Bukan Sekadar Tradisi, Penyatuan Air di Sekar Budaya Jadi Simbol Persatuan Sukabumi
Milangkala ke-156 Kabupaten Sukabumi, Hergun Dorong Penguatan Agroindustri dan Pariwisata Mubarokah
Punya Latar Kebidanan, Fitria Aryani Justru Tekuni Ribuan Pohon Cabai di Ciracap
54 Armada DLH Tak Cukup Layani Sukabumi, Kebutuhan Ideal Capai 250 Truk
Kabar Gembira! Klinik Jindan Haris Medika Sukabumi Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 06:07 WIB

Jangan Cuma Keliling di Sukabumi Expo, Ada Layanan Konsultasi Hukum Gratis di Stand Setda

Jumat, 11 September 2026 - 06:04 WIB

Pencari Kerja Wajib Mampir, Ribuan Lowongan Tersedia di Job Fair Disnakertrans di Palabuhanratu 

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

HJKS ke-156, Kajari Kabupaten Sukabumi Tumpal Eben Ezer Sampaikan Selamat dan Siap Kawal Pembangunan

Kamis, 10 September 2026 - 12:52 WIB

Bukan Sekadar Tradisi, Penyatuan Air di Sekar Budaya Jadi Simbol Persatuan Sukabumi

Rabu, 9 September 2026 - 22:50 WIB

Milangkala ke-156 Kabupaten Sukabumi, Hergun Dorong Penguatan Agroindustri dan Pariwisata Mubarokah

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam