JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi kembali ‘belusukan’ ke beberapa pondok pesantren (ponpes) guna mendorong peningkatan budidaya ikan.
Hari ini, dipimpin Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati secara estafet melakukan monitoring ke Ponpes Al-Ittihad dan Ponpes Al- Ihyaul Irsyad di Kecamatan Purabaya, Rabu (18/01/2023).
“Budidaya ikan di lingkungan pesantren memiliki banyak manfaat. Selain untuk melatih kewirausahaan, hasil budidaya juga bisa dimanfaatkan mencukupi kebutuhan gizi para santri, juga untuk mendukung program gemar makan ikan yang sedang digalakkan oleh pemerintah,” ujar Nunung.
Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi melakukan monitoring usaha budidaya ikan di dua ponpes yang ada di wilayah Kecamatan Purabaya ini.
“Ponpes yang dikunjungi adalah Ponpes Al-ittihad dan Ponpes Ihyaul Irsyad. Dan kebetulan kedua ponpes tersebut sudah masuk daftar ponpes yang mendukung program One Pesantren One Product (OPOP),” terangnya.
Alasan memilih ponpes dalam pengembangan budidaya ikan ini, salah satunya komoditas perikanan di pesantren sudah terbukti bisa diandalkan dalam ajang perlombaan OPOP. Pada tahun 2021 Ponpes Al- Istyirok di Kecamatan Waluran menjuarai lomba OPOP tingkat provinsi dengan komoditas ikan lele, sementara pada tahun 2022 giliran Ponpes Al-Masturiyah Cisaat yang menjadi pemenang lomba OPOP tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Budidaya ikan yang sudah biasa dilakukan di Ponpes umumnya adalah ikan nila, mas dan lele. Ke depannya kami berharap Pondok Pesantren tersebut dapat mengembangkan ikan sidat yang merupakan komoditas unggulan lokal,” jelas Nunung.
Sebab, selain memiliki nilai gizi yang tinggi ikan sidat juga sangat bernilai ekonomis tinggi. Sehingga diharapkan selain bisa memenuhi kebutuhan gizi untuk para santri juga bisa meningkatkan pemberdayaan perekonomian pesantren.
Selain itu kegiatan buddaya ikan ini dapat disinergiskan dengan kegiatan peternakan di kawasan peternakan yang berada di Kecamatan Purabaya. Kotoran hewan (kohe) yang dihasilkan dari hewan ternak dpat dimanfaatkan sebagai media budidaya cacing yang merupakan pakan ai ikan sidat.
“Kami Dinas Perikanan akan terus mendorong untuk peningkatan budidaya ikan ini melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan baik yang bersumber dari dana pusat maupun daerah,” tutup Nunung.
Redaktur: Ujang Herlan












