JURNALSUKABUMI.COM – Direktorat Jenderal Pengawasan, Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar sosialisasi kebijakan pengawasan lobster di Kabupaten Sukabumi. Sosialisasi tersebut mendapat apresiasi Wabup Sukabumi, Iyos Somantri, yang hadir didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati.
Dirjen PSDKP, Drama Panca Putra, mengatakan tujuan sosialisasi kebijakan pengawasan lobster ialah untuk memberikan pemahaman kepada para nelayan bagaimana pentingnya menjaga kelestarian lobster untuk jangka panjang
“Kenapa pengawasan itu penting karena kita punya perspektif yang sama bahwa sumber daya perikanan khususnya lobster merupakan aset berharga yang harus kita jaga kelestariannya agar tidak punah,” ujarnya dalam sosialisasi yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/11/2022).
Peraturan yang disosialisasikakan adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 tahun 2022. Ia berharap regulasi ini dapat dipatuhi semua pihak.
Sementara itu, Kang Iyos yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu diproyeksikan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian populasi lobster di wilayah laut kabupaten Sukabumi.
“Kami sangat mengapresiasi karena nanti para nelayan bisa memahami bagaimana menjaga keseimbangan dan kelestarian lobster,” ujarnya.
Kang Iyos juga berharap terwujudnya satu pandangan, pemahaman, itikad, dan satu komitmen dalam menjaga ketersediaan sumber daya perikanan dengan baik dan berkelanjutan.
“Semua pihak diharapkan turut berkontribusi dalam pengelolaan benih bening lobster sehingga bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat secara optimal, dan Potensi ikan ini bisa dinikmati oleh masyarakat dan generasi berikutnya berdasarkan ketentuan dan peraturan,” harapnya.
Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan dan pembacaan komitmen bersama antara Kementrian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan masyarakat nelayan.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












