JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menegaskan bahwa globalisasi harus mampu menghadirkan keberkahan bukan malah mendatangkan musibah. Dalam rangka memperkuat karakter warga sebagai bagian dari Indonesia.
Penegasan itu disampaikan wali kota saat menghadiri kegiatan peningkatan kesadaran bela negara bagi mahasiswa di Kota Sukabumi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sukabumi. Kegiatan berlangsung di Hotel Balcony, Kamis (27/10/22).
“Ke depan tantangan globalisasi bagian yang garus mampu dihadapi jangan sampai jadi maslah karena menggerus. Dalam pengertian globalisasi membawa berkah bukan musibah dengan memperkuat karakter warga sebagai bagian dari Indonesia,” kata Fahmi.
Orang nomor satu di.Kota Sukabumi itu juga menyebut, bahwa mahasiswa harus mampu menguasai teknologi agar.dapat bertahan menghadapi era globalisasi saat ini. Hadir mendampingi wali kota Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Dedy Ariyanto
“Sudah barang tentu, mahasiswa harus menguasai teknologi. Karena yang menguasai adalah mereka lah yang bisa bertahan. Karena kemajuan teknologi itu tidak bisa kita lawan,”‘ kata Fahmi. Oleh sebab itu, mahasiswa itu harus siap beradaptasi dan bertahan sesuai dengan nilai dan karakter.
Masih kata Fahmi, bela negara sebagai upaya percepatan langkah-langkah menuju masa depan yang lebih baik. Alhasil, warga Sukabumi memiliki kesepahaman pentingnya bela negara. Di mana dalam UUD 1945 disebutkan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam pembelaan negara.
“Di satu sisi warga negara mempunyai hak dan sisi lain wajib dalam pembelaan negara. Sejalan dengan tujuan melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa ikut serta melaksanakan ketertiban dunia,” ujarnya.
Di berbagai negara kata Fahmi, ada wajib militer semangat berbakti dan membela negeri. Di mana, kegiatan ini dalam rangka mencoba secara pribadi meningkatkan kualitas kecintaan pada negeri dan berbakti kepada negara.
Kepala Bakesbangpol Kota Sukabumi Yudi Yustiawan menambahkan, acara ini dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman nilai bela negara di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa. Mereka adalah generasi penerus bangsa dan garda terdepan dalam penanaman bela negara.
Redaktur: Usep Mulyana












