JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan WC atau Toilet senilai lebih dari 500 juta atau setengah milyar rupiah di SMPN 1 Cicurug ramai jadi perbincangan publik. Anggaran senilai itu dianggap terlalu besar dan tak efektif untuk sebuah proyek pembangunan WC.
Kepala Pelaksana Lapangan CV Adilia, Ruslan pun angkat bicara soal ini. CV tersebut adalah perusahaan yang sedang menggarap proyek toilet di sekolah itu.
“Sebetulnya bukan 50 unit yang dibangun, tapi setengahnya. Yakni 25 toilet,” kata Ruslan kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (7/9/2022).
Ia menjelaskan proyek tersebut digarap dengan anggaran Rp 503.940.945. Jika dipotong pajak, nilai total anggaran proyek tersebut adalah Rp Rp 494.722.000.
“Itu sudah include pajak. 25 unit toilet akan dibangun dengan fasilitas per satu unit toilet, yakni satu closet duduk dan satu keran air,” ujarnya.
Jika dibagi per unit, rata-rata satu toilet itu biayanya sekitar Rp 19.788.880. Ruslan mengatakan proyek tersebut digarap sesuai dengan prosedur.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Cicurug, Marini, mengaku jika program pembangunan toilet tersebut memang berdasarkan pengajuan dan kebutuhan SMPN 1 Cicurug. Selama ini, toilet di sekolah itu dirasa sudah tidak layak pakai.
“Toilet yang selama ini dipakai siswa itu sudah tidak layak,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan toilet atau WC di SMPN 1 Cicurug menjadi sorotan publik karena menelan anggaran yang cukup fantastis.
Pihak komite SMPN 1, melalui J.A Subagyo, menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, pembangunan toilet dirasa tidak efektif karena dibangun di lahan yang sangat terbatas.
“Saya berterima kasih kepada Dinas terkait yang telah memberikan program ini, tapi saya rasa pembangunan 50 unit toilet ini tidak efisien karena kita semua tahu lahan di SMPN 1 Cicurug ini sangat terbatas,” tandasnya.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












