JURNALSUKABUMI.COM – Baru-baru ini video pengendara motor gede (moge) yang diduga dipukul warga saat melewati kerumunan karnaval HUT RI viral di media sosial. Kasus itu telah diselesaikan secara islah atau damai.
Kapolsek Nyalindung AKP Dandan Gaos mengatakan, keputusan restorative justice atau islah ini diambil setelah pertemuan antara perwakilan keluarga korban inisial I dan R serta pelaku inisial J, I, F dan R.
“Pihak keluarga pelaku dan pihak keluarga korban dengan difasilitasi Polsek Nyalindung dan disaksikan oleh Kades Cijangkar, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sepakat untuk berdamai serta menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara musyawarah kekeluargaan,” kata Dandan dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).
Dia mengatakan, pelaku menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada korban. Pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan membantu biaya pengobatan korban.
“Langkah RJ ini diambil untuk memenuhi rasa keadilan bagi kedua belah pihak khususnya pihak korban,” ujarnya.
Ia pun menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak main hakim sendiri, dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan masalah. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemukulan itu terjadi tepat pada hari kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022) di Jalan Raya Nyalindung, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Kasus dugaan pemukulan itu bermula saat komunitas atau klub motor sedang melakukan touring dari arah Nyalindung menuju Kota Sukabumi. Kemudian ketika melewati kawanan masyarakat yang karnaval, kondisi jalan macet (buka tutup) dan salah satu korban memainkan gas motor, sehingga mengeluarkan suara yang mengganggu warga.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












