JURNALSUKABUMI.COM – Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan sebuah program bersama IPB University yang dinamakan “IPB Goes To Field”. Di mana pada program ini, mahasiswa Program Studi Komunikasi semester 3 Sekolah Vokasi IPB University diberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat yaitu, kepada UMKM di desa-desa sekitar Dramaga. Salah satu yang turut serta dalam program ini adalah tim IPB Goes To Field 18.
Tim IPB Goes To Field (IGTF) 18 diberikan amanah untuk terjun langsung membantu UMKM Dapur Jahe yang berlokasi di Desa Bantarjaya, Kampung Bantarkambing, Bogor, Jawa Barat. UMKM yang dimiliki seorang ibu rumah tangga. UMKM Dapur Jahe merupakan salah satu UMKM yang memanfaatkan bahan pangan pertanian berupa talas, singkong, dan pisang. UMKM Dapur Jahe juga memanfaatkan potensi masyarakat sekitar yaitu, potensi keahlian memasak yang dimiliki oleh ibu rumah tangga.
Pada mulanya UMKM ini dijalankan seorang diri oleh Ibu Nani, kemudian karena adanya pandemi, penjualan sempat terhenti selama hampir setahun dan kembali dijalankan lagi pada dua bulan terakhir. Kini setelah dijalankan kembali, Ibu Nani dibantu oleh kerabatnya, Ibu Tusi. Produk yang dijual oleh UMKM bukan hanya satu produk saja, melainkan beberapa macam produk seperti, stik singkong, nugget talas, mochi gulung, bolen pisang, dan aneka macam kue basah. Keadaan itulah yang membuat UMKM Dapur Jahe ingin melakukan pembaharuan merek dan pemasaran produk lewat media sosial.
“Dulu, ibu-ibu di Kampung sini ikut kegiatan pelatihan masak. Ibu sendiri coba dan mengajak Bu Tusi untuk membuat sesuatu. Kita mencoba untuk membuat sesuatu namun juga ingin mengurangi penggunaan tepung, lalu kepikiranlah kami untuk membuat nugget talas. Selain dapat mengurangi penggunaan tepung, talas kan juga makanan khas Bogor,” Jelas Bu Nani Sang Pemilik UMKM Dapur Jahe, sembari memotong nugget yang sudah dikukus.

Pada tanggal 22 dan 29 November 2021 tim IGTF 18 melakukan koordinasi bersama pemilik UMKM Dapur Jahe mengenai pembaharuan merek dan pemasaran produk lewat media sosial. Tim IGTF 18 merencanakan untuk membuat label baru, juga merencanakan foto produk yang akan di publikasikan lewat Instagram serta memasukkan produk ke dalam iklan di Instagram. Setelah melakukan beberapa diskusi, tim telah menyelesaikan label baru seperti permintaan pemilik UMKM Dapur Jahe.
Kini, produk UMKM Dapur Jahe telah dapat ditemui lewat e-commerce Shopee, di Instagram Business dan dapat dipesan lewat Whatsapp. Pembelian produk UMKM Dapur Jahe dilakukan dengan cara pre-order atau pesan dulu, baru dikirim. Terlebih lagi untuk produk kue basah.
Diharapkan dengan adanya bantuan pembaharuan label dan pemasaran produk dapat meningkatkan penjualan UMKM Dapur Jahe dan dapat dikenal oleh masyarakat luas. Setelah kegiatan ini berakhir tim IGTF 18 juga berharap semoga UMKM Dapur Jahe mampu terus berkembang sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. (*)












