JURNALSUKABUMI.COM – Badan Intelejen Negara (BIN) kembali menggelar vaksinasi massal di Kabupaten Sukabumi, Senin (29/11/2021). Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian vaksinasi.
Vaksinasi massal yang digelar BIN menyasar masyarakat di tiga desa di Kecamatan Cikembar. Yakni desa Kertaraharja, Sukamaju, dan Bojongkembar. BIN menggunakan vaksin moderna dan pfizer.
Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Barat, Brigjen TNI Agus Purwanto, menjelaskan gebyar vaksinasi yang dilakukan BIN menargetkan 500 dosis vaksin di setiap tiga desa tersebut.
“Ini sebagai upaya untuk mengejar cakupan vaksinasi, guna mempercepat terbentuknya kekebalan komunal atau herd imunity sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi,” ucap Brigjen Agus Purwanto.
Agus juga menambahkan, pemerintah terus berupaya mempercepat cakupan vaksinasi 70 persen pada Desember 2021 nanti.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak takut untuk divaksin Covid-19. Karena selain membentuk kekebalan komunal, juga dapat meminimalisir dampak virus corona.
“Namun perlu diingat juga, meski kita sudah di vaksin, protokol kesehatan 5M harus tetap dijaga dan diterapkan. Seperti diantaranya mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan dan menjaga jarak,” kata jendral TNI bintang satu ini.
Selian melakukan vaksinasi di sentra vaksinasi yang sudah ditentukan, BIN juga melakukan secara door to door. Hal ini dilakukan untuk melayani vaksinasi masyarakat yang tidak bisa pergi ke sentra vaksin maupun yang berada di daerah terpencil.
“BIN juga melakukan vaksinasi secara door to door. Ini sebagaj upaya agar semua masyarakat dapat di vaksin, terutama masyarakat yang berada di wilayah terpencil,” jelas Agus.
Selain melakukan vaksinasi di tiga desa di Cikembar, BIN menjadwalkan gebyar vaksinasi pada Selasa (30/11/2021) di dua desa lainnya, yakni Desa Cikembar 500 dosis dan Sukamulya 500 dosis.
BIN juga menargetkan vaksinasi di enam titik sentra vaksin (aula desa) di Kecamatan Nagrak dengan total sasaran 1.200 vaksin pfizer dan sinovac.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mohammad Noor












