Kocar-kacir, 5 WNA Asal China dan Malaysia Diamankan Petugas di Simpenan

Kamis, 15 Juli 2021 - 17:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sedikitnya, 5 orang Warga Negara Asing (WNA) asal China dan Malaysia diamankan ke kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi, Kamis (15/07/21).

Informasi yang dihimpun, kelima WNA itu ditangkap di sebuah tambang emas Koperasi Tambang Rakyat Sukabumi (KTRS) yang berada di Kampung Cigaru, Desa Ciemas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Intel dan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Taufan mengatakan, penangkapan itu dilakukan atas dasar adanya laporan diduga telah melakukan pelanggaran keimigrasian selama tinggal di Sukabumi.

“Penangkapan itu atas laporan keresahan warga, kemudian tim dari Imigrasi dan pihak Kepolisian Sukabumi melakukan operasi mandiri ke arah Simpenan,” ujarnya kepada wartawan.

Lanjut Taufan, kecurigaan pun kian kuat lantaran pada saat ditangkap mereka sempat akan melarikan diri. Bahkan sebagian WNA yang berasal dari China ini bersembunyi di semak-semak dan melarikan diri ke bukit.

“Pada saat kami ke lokasi 2 orang lari ke atas dan 2 orang lari ke semak-semak dan 1 lagi ada di sebuah rumah. Sehingga kita bawa ke kantor untuk penyelidikan untuk memastikan ada pelanggaran atau tidak selama tinggal di Sukabumi,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjut dia, ke 5 WNA itu memiliki ijin tinggal dan masuk secara resmi ke Indonesia.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan ke 4 orang memiliki Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas) dan 1 orang memiliki dokumen kunjungan. Namun, ada dugaan pelangagran keimigrasian karena mereka hendak melarikan diri. Sehingga timbul kecurigaan kamian,” imbuhnya.

Dia pun menambahkan, jika terbukti melakukan pelanggaran, pihak Imigrasi akan melakukan deportasi terhadap 5 WNA itu.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika ada pelanggaran kita akan lakukan deportasi. Untuk berapa lama tinggal di sini kita masih lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Berita Terbaru