Kadistan Kabupaten Sukabumi: Keterlambatan Distribusi Sebabkan Harga Kedelai Melambung Tinggi

Rabu, 2 Juni 2021 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, angkat bicara terkait kenaikan harga kacang kedelai semenjak pertengahan bulan puasa hingga saat ini. Hal tersebut  disebabkan keterlambatan proses pendistribusian dari negara produsen ke Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Sudrajat menjelaskan, keterlambatan distribusi kedelai impor terjadi dua hingga tiga pekan. Saat ini, pemenuhan kebutuhan bahan baku tempe itu masih mengandalkan impor.

“Dulu impor itu dari Amerika ke Indonesia yaitu tiga minggu sekali, namun sampai sekarang proses pengiriman tujuh sampai sembilan minggu kapal impor itu baru mendarat di Indonesia. Makanya pasti harga kedelai naik,”  kata Sudrajat Kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (2/06/2021).

Kebutuhan kedelai di Indonesia sambung dia, dipenuhi melalui impor dari negara produsen yakni Amerika, Brazil dan Argentina. Stok kedelai du dalam negeri bergantung pada arus impor.

“Alasan kedua kenapa sulitnya impor, sekarang Tiongkok yang ingin mendominasi sebagian impor ke Indonesia, maka negara-negara lain tidak kebagian. Sebetulnya yang paling bahaya itu produsen kedelai di dunia kemungkinan tidak menjual kedelainya, itu yang berbahaya,” jelasnya.

Sudrajat menjelaskan, sebetulnya Sukabumi sendiri sempat mengembangkan produsen kedelai di beberapa wilayah. Namun akibat tidak ada ketersediaan benih, sehingga pengembangan tersebut terhenti.

“Sebetulnya kita sudah kembangkan, sampai awal bulan Juni ini harusnya 4.000 hektar. Di awal Februari Maret harusnya sudah 3.000 hektar tapi benihnya tidak ada karena Indonesia sendiri yang paling sulit itu belum ada industri benih,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Berita Terbaru