Waspada! Kota Sukabumi Siaga 1 Bencana Tanah Longsor dan Banjir

Rabu, 20 Januari 2021 - 11:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menetapkan siaga 1 bencana dalam menghadapi potensi bencana hidrometerologi seperti banjir dan longsor di wilayah Kota Sukabumi.

Masyarakat pun diminta tetap waspada mengingat puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi sampai bulan Februari 2021 mendatang.

“Saat ini Kota Sukabumi siaga 1 bencana, untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi bencana,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, kepada wartawan, Selasa (19/01/21).

Lanjut dia, saat ini hampir di 7 Kecamatan Kota Sukabumi masuk dalam potensi rawan bencana. Namun Kecamatan Gunungpuyuh yang perlu diwaspadai. Pasalnya, wilayah tersebut masuk kedalam zona merah rawan bencana.

Seperti tahun 2020 saja diwilayah itu terdapat 35 bencana, disusul Citamiang 30, Warudoyong 23, Cikole 21, Lembursitu 20, Ciberem 19, dan Baros sebanyak 13 kejadian.

“Prinsipnya semua Kecamatan memiliki kerawanan terhadap bencana banjir dan longsor,” imbuhnya.

Kendati demikian, BPBD Kota Sukabumi akan lebih meningkatkan kesiapsiagaan personil dan pengawasan ke setiap daerah.

Selain itu, BPBD pun akan terus melakukan koordinasi dengan dinas dan Pemerintah stempat seperti Kecamatan maupun Kelurahan apabila ditemui titik rawan bencana.

“Personil kita tingkatkan kesiagaan dan interaksi dengan wilayah kita intensifkan serta monitoring dan pemantauan ke wilayah terus digalakan,” ujarnya.

Sambung dia, demi mengantisipasi bencana BPBD juga akan membentuk 2 Kelurahan Tangguh Bencana, dimana sebelumnya sudah terbentuk 11 Kelurahan.

“Kelurahan Tangguh Bencana baik aparat Kelurahan beserta warganya memiliki pengetahuan terhadap mitigasi bencana, dan inovasi-inovasi untuk pencegahan terjadinya bencana di wilayahnya,” sambungnya

Zulkarnain menambahkan, BPBD terus mengimbau masyarakat untuk melakukan kesiapsiagaan bencana, karena potensi banjir dan tanah longsor bisa saja terjadi akibat ulah manusia

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi Cepat 
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Jumat, 25 September 2026 - 15:02 WIB

Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan

Rabu, 23 September 2026 - 15:28 WIB

Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 

Berita Terbaru