JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menetapkan siaga 1 bencana dalam menghadapi potensi bencana hidrometerologi seperti banjir dan longsor di wilayah Kota Sukabumi.
Masyarakat pun diminta tetap waspada mengingat puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi sampai bulan Februari 2021 mendatang.
“Saat ini Kota Sukabumi siaga 1 bencana, untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi bencana,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, kepada wartawan, Selasa (19/01/21).
Lanjut dia, saat ini hampir di 7 Kecamatan Kota Sukabumi masuk dalam potensi rawan bencana. Namun Kecamatan Gunungpuyuh yang perlu diwaspadai. Pasalnya, wilayah tersebut masuk kedalam zona merah rawan bencana.
Seperti tahun 2020 saja diwilayah itu terdapat 35 bencana, disusul Citamiang 30, Warudoyong 23, Cikole 21, Lembursitu 20, Ciberem 19, dan Baros sebanyak 13 kejadian.
“Prinsipnya semua Kecamatan memiliki kerawanan terhadap bencana banjir dan longsor,” imbuhnya.
Kendati demikian, BPBD Kota Sukabumi akan lebih meningkatkan kesiapsiagaan personil dan pengawasan ke setiap daerah.
Selain itu, BPBD pun akan terus melakukan koordinasi dengan dinas dan Pemerintah stempat seperti Kecamatan maupun Kelurahan apabila ditemui titik rawan bencana.
“Personil kita tingkatkan kesiagaan dan interaksi dengan wilayah kita intensifkan serta monitoring dan pemantauan ke wilayah terus digalakan,” ujarnya.
Sambung dia, demi mengantisipasi bencana BPBD juga akan membentuk 2 Kelurahan Tangguh Bencana, dimana sebelumnya sudah terbentuk 11 Kelurahan.
“Kelurahan Tangguh Bencana baik aparat Kelurahan beserta warganya memiliki pengetahuan terhadap mitigasi bencana, dan inovasi-inovasi untuk pencegahan terjadinya bencana di wilayahnya,” sambungnya
Zulkarnain menambahkan, BPBD terus mengimbau masyarakat untuk melakukan kesiapsiagaan bencana, karena potensi banjir dan tanah longsor bisa saja terjadi akibat ulah manusia
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












