Idap Penyakit Hirschsprung Balita Asal Nagrak Taman Bahagia Butuh Uluran Tangan

Selasa, 29 Desember 2020 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nasib malang menimpa balita asal Kampung Nagrak Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kota Sukabumi. Pasalnya balita bernama Muhammad Rizky Akbar yang masih berusi 1 tahun ini harus terbaring lemah di rumah sakit akibat mengidap menyakit Penyakit Hirschsprung.

Anak kedua dari pasangan Seni Anatasya (27) dan Burhanudin (39) ini sudah di vonis memiliki penyakit Hirschsprung selama masih dalam kandungan.

untuk diketahui, penyakit Hirschsprung adalah gangguan pada usus besar yang menyebabkan feses atau tinja terjebak di dalam usus. Penyakit bawaan lahir yang tergolong langka ini bisa mengakibatkan bayi tidak buang air besar (BAB) sejak dilahirkan.

“Iya penyakit yang dialami anak saya ini, diketahui sejak dalam kanduangan 8 bulan pada saat di USG dirumah sakit perutnya mengembung kata dokter dia mengidap penyakit Hirschsprung,” kata Seni Anatasya (27) ibu kandung Muhamad Rizky kepada wartawan, (28/12/20).

Setelah melahirkan lanjut dia, penyakit yang di idap oleh anak keduanya itu semakin menunjukan gejala nya. tidak melakukan BAB seperti pada bayi umumnya, sehingga dokter menyarakan operasi demi kesembuhan anaknya itu.

“Karena tidak BAB anak saya itu langsung di operasi. Namun, stelah di operasi dari umur 3 bulan sampai satu tahun ini penyakit nya kambuh lagi dan perutnya kembali kembung,” ujarnya.

Sehingga kata dia, anaknya tersebut terpaksa harus dilarikan lagi kerumah sakit untuk kembali mendapatkan perawatan dari dokter.

“Kemarin baru dibawa lagi kerumah sakit karena kondisinya kemarin parah muntah – muntah dan perutnya semakin kembung. Tapi sekarang stelah mendapatkan perawatan dari dokter berangsur membaik,” kata dia.

Dengan kondisi itu, pihahaknya pun berharap ulurana tangan dari dermawan dan Pemerintah Kota Sukabumi. Pasalnya meskipun seluruh biaya pengobatan sudah di tanggung oleh BPJS pihaknya belum bisa memenuhi biaya proses penyembuhan anaknya karena himpitan ekonomi.

“Saya berharap sekali ada uluran tangan dermawan, karena semenjak pandemi ini usaha suami saya yang keseharianya menjual es jelly menurun drastis, jika ada dermawan yang akan membantu bisa menghubungi kontak whatsahhap saya di nomor +62 857-9362-7312,” pungkasnya.

Reporter : Rizky Mitah || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Berita Terbaru