JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca musim hujan yang melanda Sukabumi atau disebut musim barat, berdampak terhadap sejumlah nelayan di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Fenomena perubahan musim angin dan curah hujan tersebut, memiliki peranan penting pada sektor kelautan terutama pada masyarakat nelayan. Akibatnya pelaku usaha budidaya sektor kelautan ini, memilih alih pekerjaan menjadi kerja serabutan dan berjualan.
“Kalau musim begini, kami memang bersama teman lainnya tidak bisa melaut, karena cuaca dan arus ombak yang deras sehingga tidak memungkinkan bisa melaut,” ungkap seorang nelayan Sarif (45), kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (10/12/20).
Untuk menunjang kehidupannya, para nelayan di Geopark Ciletuh sendiri menjalani pekerjaan lain yakni memancing, menjaga pagang atau biasanya digunakan untuk mencari ikan di tengah laut. Sebagai penambatnya, digunakan juga drum, bambu dan jangkar agar tak terbawa ombak.
“Terkadang pagangnya juga terbawa arus oleh ombak besar hingga jaringnya rusak,” jelasnya.
Hal serupa di katakan Eko (40), dia memilih untuk berjualan ikan dengan cara buka lapak atau keliling menggunakan motor. Terkadang ikan tersebut dari TPI Palabuhanratu.
“Ya harus gimana lagi, kami terus bertahan hidup, mencari kerjaan lainnya yang terhindar dari bencana,” tutupnya.
Reporter: Ilham Nugraha Redaktur: Ujang Herlan












