Saat Kuliah Nyambi Tukang Parkir, Empat Periode Jadi Legislator kini Tatap Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi

Minggu, 19 Juli 2020 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – “Adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya”. Peribahasa itu sepertinya tepat disematkan bagi sosok Agus Mulyadi yang dengan lantang menyatakan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi, Desember 2020 mendatang.

Belajar dari segudang asam garam kehidupan menjadikan sosok wakil rakyat kelahiran Sukabumi, 16 Maret 1970 ini kian bijak dan berani. Terlebih, empat periode kursi parlemen DPRD Kabupaten Sukabumi pernah didudukinya, hingga saat ini. Malah, periode 2014-2019 sempat memimpin lembaga wakil rakyat berkantor Jajaway, Palabuhanratu tersebut.

Namun, tampaknya pengabdiannya sebagai legislator untuk membawa Sukabumi lebih unggul dan berkah masih dirasa kurang ayah dua anak dari Raras Sakti Mulya Kasmi dan Muhamad Osama ini. Dengan lantang dan tegas, gaya khasnya Agus menyatakan bakal maju sebagai kandidat di Pilkada serentak 2020.

“Insya Allah, dengan izin Allah SWT dan sudah mendapat dorongan serta dukungan keluarga, saudara, dan warga akan turun sebagai calon kepala daerah. Semoga saja mendapat keridhoan Allah SWT,” kata suami Ny. Ety Saktiati saat berbincang dengan tim redaksi jurnalsukabumi.com, Minggu (19/07/2020).

Menapaki sebagai wakil rakyat dibutuhkan perjuangan dan mental baja. Apalagi mampu mendulang suara terbanyak pada Pileg. Pada Pileg 2019 lalu Agus yang berangkat dari Partai Golkar di Dapil II Kabupaten Sukabumi ini membuktikan dirinya sebagai ‘Jawara Pileg’, dengan mendulang mencapai 18.900 suara.

Getirnya hidup pernah dirasakan jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta ini. Selama kuliah, memasuki tahun 90-an, Agus mencicipi hidup di jalanan sebagai tukang parkir. Itu dilakoninya, hampir 7 tahun di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Plaza Blok M Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Ya, Insya Allah dengan niat dan kerja keras tidak ada kata tidak mungkin di dunia ini. Tahun 1990 saya melanglang buana ke Ibu Kota Jakarta dan menjadi tukang parkir selama 7 tahun. Di tahun 97 pernah kerja di Restoran Mc Donal bahkan sempat kerja dunia perbankan di Adira Finance, ASTRA dan Bank Niaga di Jakarta,” kenang Agus.

Agus yang bertitel Master Hukum lulusan Universitas Pakuan 2012 ini menceritakan kiprahnya ke dunia politik. Dimulai dengan menjadi Kepala Desa Benda sekitar tahun 1999. Skill kepemimpinannya ini juga tak lepas dari tangan besi ayahandanya, H Mulyana yang berlatang belakang militer. H. Mulyana juga pernah dipercayai memimpin Kepala Desa Benda, Kecamatan Cicurug, dan hingga kini menjadi tokoh yang acapkali dimintai saran dan masukan untuk kemajuan Sukabumi.

“Tahun 1998 pulang kampung. Awalnya bermimpi ikut berpartisipasi dalam memajukan daerah. Dengan modal keinginan dan keberanian itu, Alhamdulillah saya dipercaya menjadi kepala desa,” cerita Agus yang menjabat Kades Benda selama 4 tahun 3 bulan, berakhir pada 2004.

Di tahun itu pula dia memutuskan menapaki dunia politik, dengan masuk ke pengurusan Partai Golkar dari level bawah hingga didapuk menakhkodai Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Cicurug. 

Baginya, menjadi kepala desa masih kurang untuk membawa daerahnya ke lebih unggul. Dengan dorongan itu, Agus memberanikan maju di perhelatan Pileg yang kedua digelar langsung pasca orde baru. 

Berkat izin Allah SWT dan kepercayaan masyarakat, Agus terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi. 

“Saya teringat pada waktu itu, awal menjabat sebagai Kades Benda setengah periode 4 tahun 3 bulan dan memberanikan maju dewan. Dan Alhamdulilah, berkat izin Allah SWT, teman-teman di desa, teman-teman pemuda di Kecamatan Cicurug mampu mengantarkan saya menjadi wakil rakyat daerah,” paparnya.

Setelah menjabat wakil rakyat, bagi Agus masih merasa kurang untuk membawa perubahan. Memang menjadi dewan bukanlah tugas yang mudah. Tugas DPRD  salah satunya untuk mengawasi pembangunan daerah dirasa Agus, saat itu perlu adanya kerja sama dengan tim satu komisi yang berbeda partai. Tentu bersama-sama menyamakan satu visi demi kemajuan Kabupaten Sukabumi. 

“Waktu pertama kali jadi dewan, saat mengawasi daerah saya, jujur nangis sesaat melihat kondisi jalan rusak, infrastruktur perlu disentuh dan perlu segera penanganan, tapi waktu itu saya tidak bisa berbuat lebih. Di sanalah saya kembali bermimpi untuk menjadi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi,” ulasnya.

Keinginan Agus pun terwujud. Mulai dari  posisi anggota, ketua komisi, hingga Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi periode 2014-2019 dan kini kembali mendulang suara terbanyak di Dapil II sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi 2019-2024.

Hingga saat ini, Agus sudah hampir 17 tahun malang melintang di dunia perpolitikan Sukabumi. Selain disibukkan dengan tugas DPRD, ia pun kerap menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Selain itu, ia juga mengaku senang melakukan perjalanan di alam bebas. Kegiatan tersebut dapat membantu Agus beristirahat sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan di DPRD Kabupaten Sukabumi. 

“Saya menekankan untuk tidak pernah takut bermimpi. Kedua, buatlah perencanaan yang baik dan ditambah dengan kerja keras untuk menggapainya. Terakhir, kepada orang-orang yang berpotensi namun belum berani untuk terjun ke dunia politik adalah dengan belajar organisasi dengan benar dan konsisten,” pesannya.

Lagi-lagi, akhir-akhir ini Agus diselimuti keinginan dan dorongan yang kuat membawa Sukabumi lebih unggul dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Mimpinya kali ini yakni menduduki kursi eksekutif, sebagai kepala daerah terluas kedua di Jawa dan Bali ini. 

“Untuk mewujudkan aspirasi masyarakat, perbaikan segala bidang itu dibutuhkan kebijakan yang tepat. Untuk membuat kebijakan tentu harus jadi pemimpin. Insya Allah, saya berani dan bertekad untuk menjadikan mimpi-mimpi itu jadi kenyataan,” tutup Agus.

Reporter: Tim Redaksi | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda
Warung Milik Nenek 70 Tahun Dijarah Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV di Cibadak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:45 WIB

Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB