Produksi Sepatu Rumahan Warga Gunungpuyuh Berani Adu Kualitas dengan Merek Pabrik

Minggu, 28 Juni 2020 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Produsen sepatu lokal yang dikelola Nurjen alias Jejen, warga Kebon Danas RT 03 RW 03, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, memproduksi beragam model sepatu berbahan dasar kulit sapi dan sintetis.

“Proses pembuatan sepatu, hampir seluruhnya dikerjakan tenaga kerja lokal. Rata – rata pengerjaannya dilakukan dengan menggunakan tangan bukan menggunakan mesin berukuran besar seperti di pabrik – pabrik,” kata Nurjen, kepada wartawan, Minggu (28/6/2020).

Produksi sepatu tersebut, kata dia, saat ini telah memiliki pangsa pasar berskala lokal serta pelanggan tetap yang berjumlah ratusan orang mulai dari segmen anak – anak, remaja, dewasa baik laki – laki maupun perempuan.

Bicara soal pola pemasarannya, lanjut dia, produksi alas kaki tersebut menyasar konsumen baik perseorangan maupun komunitas dari sebuah klub olah raga.

“Kami menerima pesanan dari mulai partai kecil sampai besar. Beli satu pasang kami layani, apalagi puluhan pasang, dengan senang hati dilayani juga,” ujarnya.

Bicara soal harga, ungkap Maman, sepatu kulit hasil kreasinya dipasang bandrol Rp500 hingga Rp600 ribu. Sedangkan untuk sepasang sepatu sport produksinya dihargai Rp200 hingga Rp250 ribu.

Sepatu sport produksi rumahan.

“Insyaallah, kami akan selalu mengedepankan kualitas barang demi kepuasan konsumen. Karena kami yakin, kesuksesan dalam bisnis harus didasari kejujuran dan saling menguntungkan serta tidak saling merugilan,” tandasnya.

Pada bagian lain dia mengatakan, sebagai perajin sepatu yang telah berkiprah cukup lama dibidang ini, berharap kepada pemerintah untuk membatu dari segi permodalan.

“Kami merintis usaha ini hampir 15 tahun. Sudah saatnya, kami memperbesar skala pemasaran produk sepatu kami hingga ke luar Sukabumi. Tapi sayangnya, kami terbentur masalah modal usaha. Apalagi saat penyebaran Corona seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Reporter: Hendi | Redaktur: MN Noor

Berita Terkait

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terbaru