JURNALSUKABUMI.COM – Produsen sepatu lokal yang dikelola Nurjen alias Jejen, warga Kebon Danas RT 03 RW 03, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, memproduksi beragam model sepatu berbahan dasar kulit sapi dan sintetis.
“Proses pembuatan sepatu, hampir seluruhnya dikerjakan tenaga kerja lokal. Rata – rata pengerjaannya dilakukan dengan menggunakan tangan bukan menggunakan mesin berukuran besar seperti di pabrik – pabrik,” kata Nurjen, kepada wartawan, Minggu (28/6/2020).
Produksi sepatu tersebut, kata dia, saat ini telah memiliki pangsa pasar berskala lokal serta pelanggan tetap yang berjumlah ratusan orang mulai dari segmen anak – anak, remaja, dewasa baik laki – laki maupun perempuan.
Bicara soal pola pemasarannya, lanjut dia, produksi alas kaki tersebut menyasar konsumen baik perseorangan maupun komunitas dari sebuah klub olah raga.
“Kami menerima pesanan dari mulai partai kecil sampai besar. Beli satu pasang kami layani, apalagi puluhan pasang, dengan senang hati dilayani juga,” ujarnya.
Bicara soal harga, ungkap Maman, sepatu kulit hasil kreasinya dipasang bandrol Rp500 hingga Rp600 ribu. Sedangkan untuk sepasang sepatu sport produksinya dihargai Rp200 hingga Rp250 ribu.

“Insyaallah, kami akan selalu mengedepankan kualitas barang demi kepuasan konsumen. Karena kami yakin, kesuksesan dalam bisnis harus didasari kejujuran dan saling menguntungkan serta tidak saling merugilan,” tandasnya.
Pada bagian lain dia mengatakan, sebagai perajin sepatu yang telah berkiprah cukup lama dibidang ini, berharap kepada pemerintah untuk membatu dari segi permodalan.
“Kami merintis usaha ini hampir 15 tahun. Sudah saatnya, kami memperbesar skala pemasaran produk sepatu kami hingga ke luar Sukabumi. Tapi sayangnya, kami terbentur masalah modal usaha. Apalagi saat penyebaran Corona seperti sekarang ini,” pungkasnya.
Reporter: Hendi | Redaktur: MN Noor












