JURNALSUKABUMI.COM – Menanggapi pernyataan Wakil Kepala BGN yang menyebut Kabupaten Sukabumi sebagai daerah dengan temuan persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak, Ketua APPMBGI Sukabumi Raya, Filbi Rinjani, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dipandang secara sepihak sebagai kegagalan daerah.
Menurutnya, luas wilayah Sukabumi serta kompleksitas distribusi dan operasional menjadi tantangan nyata dalam pelaksanaan program nasional sebesar MBG. Karena itu, berbagai dinamika yang muncul di lapangan merupakan bagian dari proses penyesuaian dan penguatan sistem.
“Justru dari evaluasi ini terlihat bahwa pemerintah serius melakukan pengawasan terhadap kualitas program MBG. Fokus utama saat ini bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana melakukan pembenahan bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegas Filbi Rinjani kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, APPMBGI Sukabumi Raya terus mengambil langkah aktif melalui pendampingan, koordinasi, edukasi, hingga membangun komunikasi antara pelaksana dapur, mitra penyedia, dan pihak terkait agar seluruh proses berjalan sesuai standar pemerintah pusat dan BGN.
Filbi juga memastikan APPMBGI siap menjadi mitra strategis dalam pengawasan dan peningkatan kualitas operasional program MBG di Sukabumi agar lebih optimal, profesional, dan tepat sasaran.
Menurutnya, evaluasi yang muncul saat ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem, bukan dijadikan stigma negatif terhadap daerah. Dengan kolaborasi seluruh pihak, program MBG di Sukabumi diyakini dapat berjalan lebih baik demi mendukung kualitas generasi masa depan.
Redaktur: Ujang Herlan












