JURNALSUKABUMI.COM – Harapan untuk bersanding di pelaminan seketika pupus, berganti isal tangis yang menyayat hati. Rencana indah membangun rumah tangga kini hanya tinggal kenangan pahit bagi keluarga seorang karyawan minimarket di Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.
Pemuda berinisial A (24), warga Kecamatan Jampangkulon, ditemukan meninggal dunia di tempatnya bekerja pada Jumat (08/05/2026) pagi. Tragisnya, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian dalam rolling door minimarket, tempat sehari-hari ia mengais rezeki demi masa depan.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap oleh rekan kerjanya, IM (22). Tak ada firasat buruk yang dirasakan IM, sebab pada malam sebelumnya mereka masih beraktivitas bersama seperti biasa.
“Terakhir komunikasi sekitar pukul 22.30 WIB. Tidak ada gelagat aneh. Namun saat pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB, saya temukan dia sudah dalam kondisi tergantung,” ujar IM dengan nada bergetar.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban diduga tengah memikul beban batin yang sangat berat terkait persoalan ekonomi menjelang hari pernikahannya. Impian untuk memberikan mahar dan menggelar pesta bagi sang kekasih diduga terbentur dinding finansial yang membuatnya depresi.
Bahkan, duka semakin terasa mendalam saat beredar kabar mengenai percakapan terakhir korban melalui aplikasi WhatsApp dengan sang kekasih. Pesan-pesan tersebut memperlihatkan kondisi emosional korban yang sangat terguncang sebelum akhirnya mengambil keputusan nekat tersebut.
Kapolsek Kalibunder, AKP Dodi Irawan, membenarkan kejadian yang menggegerkan warga setempat itu. Pihak kepolisian bersama tim medis Puskesmas langsung diterjunkan ke lokasi untuk evakuasi.
“Hasil pemeriksaan luar ditemukan luka lecet di bagian leher dan tanda-tanda kekurangan oksigen,” jelas AKP Dodi.
Kini, jenazah pemuda yang seharusnya menjadi calon pengantin itu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Keluarga pun memilih untuk menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Catatan Redaksi: Depresi dan tekanan mental bukan hal yang bisa diremehkan. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, jangan ragu untuk berbagi cerita atau mencari bantuan profesional ke psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan







