JURNALSUKABUMI.COM – Guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, Tim velox Badan Intelejen Negera (BIN) melakukan berbagai aksi nyata melalui penyemprotan cairan disinfektan di Terminal Type A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, Sabtu (20/06/2020).
Aksi tersebut juga dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat, di tengah penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi.
Diketahui, selain penyemprotan cairan disinfektan. Aksi yang dilakukan tim Velox BIN tersebut, melakukan sosialisasi, edukasi, dekontaminasi hingga membagikan paket sembako kepada para pedagang di Terminal Type A KH Ahmad Kota Sukabumi.
“Tim Velox merupakan tim yang dibentuk Badan Intelijen Negara, yang dalam hal ini menjadi wakil pemerintah dalam melakukan berbagai aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Juru Bicara Tim Velox BIN, Wayan Wahyu kepada jurnalsukabumi.com.
Lanjutnya, Sesuai dengan UU 17 tahun 2011, BIN bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman, termasuk wabah covid-19, maupun wabah lainnya yang dianggap dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia.
“Jadi kami dari tim Velox BIN akan terus melakukan berbagai aksi nyata di berbagai fasilitas umum di seluruh wilayah di Indonesia,” ujarnya.
Selai itu, BIN melalui tim Velox melakukan berbagai aksi, bahkan sebelum Gugus Tugas dibentuk, kami sudah melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, serta aksi nyata dekontaminasi.
“Selama kurang lebih 3-4 bulan ini, kami dari BIN, telah laksanakan setidaknya di 14 titik tempat ibadah termasuk masjid, gereja, pura, dan vihara. 41 titik fasilitas umum seperti stasiun, halte, dan terminal, 30 titik pesantren dan panti asuhan,” sebutnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Terminal Type A KH Ahmad Sanusi, Yukky Rahmat Yunus mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh tim Velox BIN. Apa yang dilakukan dapat membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah terminal.
“Kami ucapkan terimakasih kepada BIN, yang telah mengstreilkan terminal hingga mengedukasi para calon penumpang agar menerapkan protokol kesehatan maksimal,” pungkasnya.
Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan












