JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo memaparkan terkait potensi dan peluang budidaya sektor udang sangat menjanjikan, hal ini berdasarkan budidaya udang yang saat ini dari satu hektar hanya meraup dua ton. Namun bisa dikembangkan hingga mencapai 40 ton dalam setahun,
“Pengembangan budidaya ikan ini sangat bagus, dan peluangnya sangat besar karena kaitan udang ini hubungannya dengan ekspor dan kebutuhan yang banyak,” ungkap Edhy Prabowo, dalam sambutannya dalam acara kunjungan di PPN, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/06/20).
Menurut Edhy, bahkan harga jika membangun tambak satu hektar saat ini satu atau dua ton, sekarang satu hektar bisa 40 ton. Dengan konsep terbarukan.
“Hitung saja jika dalam satu kilogram Rp 60 ribu dikalikan 40 ton mencapai Rp 2.4 miliar,” paparnya.
Saat memaparkan menurut Edhy, bahwa kendala soal dana untuk para budidaya nelayan saat ini. Edhy menjelaskan ada sejumlah pintu bantuan yakni mulai dari APBN akan mengembalikan kembali Menteri Keuangan dari Rp 1,8 triliuan rencana akan mengembalikan Rp 1 triliun.
“Ada dana yang bisa diserap yakni Bantuan Layanan Umum senilai Rp 1 triliun, jika mengetahui cara membudidaya melalui kelompok nelayan kami bisa mengalokasikan Rp 10 miliar satu kelompok, selama bisa melakukan kegiatan dengan baik,” katanya.
Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan sendiri diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk selalu bangun komunikasi yang baik dengan nelayan, kelompok, koperasi dan seluruh nelayan baik budidaya dan tangkap.
“Kami ingin nelayan budidaya terus digenjot. Untuk nelayan tangkap bisa kami lindungi. Jangan sampai ada lagi nelayan ditangkap atau dipenjarakan, karena mereka mencari kehidupan dan bermanfaat bagi masyarakat dan keluarganya,” tandasnya.
Namun, jika nelayan ditemukan dengan narkoba, penyelundupan senjata dan alat boom. Pihaknya tak akan mentolerir atas proses hukum.
“Jangan ada lagi nelayan menjadi korban dan ditangkap. Tapi bagaimana kita membinanya, kami akan membina para nelayan,” katanya.
Bahkan Kementrian dan Perikanan sendiri terus melakukan terobosan bagian kesejahteraan nelayan. Seperti halnya Sekolah Tinggi Kelautan yang diperuntukan bagi anak-anak nelayan secara gratis. Dengan memenuhi syarat-syaratnya.
“Jujur saja, hingga saat ini kami pun sudah mensekolahkan sekitar 400 Sarjana dan 60 S2, kami berikan secara gratis,” pungkasnya.
Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi












