Dampak Covid-19, Wakil Mentri LHK Sebut Investasi Turun Hingga 20%

Sabtu, 13 Juni 2020 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong kebijakan pemerintah selama covid-19 ekonomi di sektor wisata cukup mengalamai penurunan.

Pasalnya, dengan pemberlakukan menutup tempat wisata tentu sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian di tahun 2020 ini.

“Dampak tersebut jelas ada penurunan investasi. Ya,  kurang lebih di angka 20%,” ujar Alue Dohong saat kunjungan ke Kawasan Wisata Alam Situgunung di Gedung Tourist Information Center (TIC) Kadudampit, kemarin (11/6/20).

Oleh karena itu, berbagai antisipasi dan kegiatan seperti Kunjungan Kerja (Kunker) ini kembali dilakukan lagi. Termasuk, perhatiannya kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Kita juga tidak ingin berlama-lama berhenti lah. Karena, supaya ekonomi utuh kembali,” jelasnya.

Masih kata Wakil Mentri LHK itu, diprediksikan dalam waktu dekat ini pun pihaknya akan segera kembali mengeluarkan kebijakan di Kabupaten Sukabumi untuk sektor wisata seperti semula.

“Kita akan membuka kembali obyek wisata. Akan tetapi, tidak mengesampingkan kesehatan karena perlu di antisipasi juga. Untuk itu kita akan pertimbangkan setelah Kabupaten Sukabumi sudah zona biru,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengatakan, Kunker kemarin dalam rangka meninjau langsung kesiapan tempat wisata yang akan di buka kembali setelah Zona Biru dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid 19.


“Dalam waktu dekat ini akan segera di sampaikan terkait Protokol kesehatan dan batasan pengunjungnya soal obyek wisata ini. Terlebih, kondisi situs wisata di kawasan Suspension Bridge sejauh ini sudah siap,” jelasnya.

Sekda berharap icon wisata di Kabupaten Sukabumi tersebut dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara sehingga berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya Suspension Brige ini setelah Zona biru akan berdampak bagi masyarakat sehingga perekonomian bisa bergulir dan multiplayer efeknya bisa di rasakan oleh seluruh warga masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru