PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Upaya memulihkan ekosistem pesisir di kawasan Palabuhanratu terus dilakukan. Komunitas Penggiat Konservasi Nyelam Sukabumi (PENYU) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mulai memetakan sejumlah titik yang akan menjadi lokasi penanaman mangrove.

Peninjauan dilakukan di beberapa kawasan pesisir, mulai dari Pantai Gadobangkong, Pantai Karang Pamulang, hingga Muara Citepus. Lokasi-lokasi tersebut dipilih untuk memastikan bibit mangrove yang akan ditanam memiliki peluang tumbuh dengan baik.

Pengawas PENYU, Wan Wan, didampingi Apra, mengatakan survei lapangan menjadi langkah penting sebelum penanaman dilakukan. Sebab, tidak semua jenis mangrove cocok ditanam di setiap wilayah pesisir.

Dalam waktu dekat, mangrove yang akan ditanam merupakan jenis bakau (Rhizophora) karena bibit tersebut tersedia dari Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi. Meski demikian, kondisi geografis pesisir Palabuhanratu dinilai lebih ideal untuk ditanami mangrove jenis api-api (Avicennia).

“Kalau wilayah Palabuhanratu sebenarnya yang paling cocok itu mangrove jenis api-api. Sementara jenis lainnya harus disesuaikan dengan karakter lokasi penanamannya,” ujar Wan Wan, Rabu (29/7/2026).

Karena keterbatasan jenis bibit yang tersedia, PENYU memilih mencari titik-titik yang memiliki karakter lingkungan mendekati habitat alami bakau agar tingkat keberhasilan penanaman tetap tinggi.

Menurut Wan Wan, mangrove jenis bakau lebih banyak dibudidayakan di kawasan pesisir yang landai, seperti di wilayah Ujunggenteng. Sementara karakter pantai di Palabuhanratu yang cenderung berombak membuat pemilihan lokasi harus dilakukan secara cermat.

Melalui survei tersebut, PENYU berharap program penanaman mangrove tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi benar-benar mampu memperkuat perlindungan garis pantai, mengurangi abrasi, serta menciptakan habitat baru bagi berbagai biota pesisir.

“Komunitas PENYU bersama Dinas Perikanan pun berkomitmen memastikan setiap bibit ditanam di lokasi yang tepat sehingga manfaat konservasi dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh lingkungan maupun masyarakat pesisir Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB

Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru