JURNALSUKABUMI.COM – Sirkuit Cibayawak di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mulai membuka ruang baru bagi olahraga otomotif sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Sirkuit permanen yang berada di Jalan Cipanengkas tersebut resmi diluncurkan melalui event grasstrack yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (29-30/8/2026). Sekitar 60 peserta dari Jawa Barat dan Banten ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan keberadaan Sirkuit Cibayawak tidak semestinya hanya dilihat sebagai tempat perlombaan atau penyaluran hobi otomotif. Menurutnya, aktivitas di sirkuit dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi baru apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Kegiatan positif ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan hobi, tetapi juga bisa ada pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Bojongsari,” terangnya
Event perdana tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Sukabumi, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Banten.
Andreas menilai lahirnya Sirkuit Cibayawak merupakan bagian dari kreativitas masyarakat yang dibangun melalui kolaborasi antara warga, tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Karena itu, ia berharap keberadaan sirkuit tidak berhenti pada momentum launching. Kegiatan yang digelar secara rutin diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, termasuk membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan positif ini menjadikan Desa Bojongsari berkah dan masyarakatnya sehat semuanya,” tuturnya.
Ketua Panitia Event Grasstrack, Tintus Aryanto, mengatakan perlombaan selama dua hari tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari Jawa Barat dan Banten.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 60 peserta dari Jawa Barat dan Banten,” ujarnya.
Menurut Tintus, sejumlah kelas diperlombakan dalam event tersebut, mulai dari Bebek Standar Open, Bebek Modifikasi Open, FFA Open, kelas Jabar-Banten, hingga kelas pemula Sukabumi-Cianjur.
Selain itu terdapat kelas Matic Standar Open, Matic FFA Open, RBT Pemula, RBT Open, Mini Moto usia 11 dan 13 tahun, Bebek Standar usia 15 tahun, Adventure 35+, hingga kelas khusus warga lokal bertajuk Penasaran Cibayawak.
Beragam kelas tersebut membuat peluncuran Sirkuit Cibayawak tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi pembalap pemula dan komunitas lokal untuk berkembang.
Dengan statusnya sebagai sirkuit permanen, Cibayawak diharapkan dapat menjadi salah satu titik kegiatan otomotif di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
“Jika agenda olahraga terus berjalan dan diikuti pengelolaan yang konsisten, keberadaan sirkuit berpeluang menghadirkan perputaran ekonomi baru melalui kedatangan peserta, penonton, pelaku UMKM dan berbagai aktivitas pendukung lainnya,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar