JURNALSUKABUMI.COM – Berangkat dari desa dengan segala keterbatasan, Koperasi Produsen Bumi Kiara Bermitra Sejahtera (PBMS) mencoba membuktikan bahwa potensi daerah dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Tak hanya bergerak dalam aktivitas koperasi, PBMS juga berupaya mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan masjid hingga dukungan terhadap pembangunan lingkungan.
Atas kiprah tersebut, Koperasi Produsen Bumi Kiara Bermitra Sejahtera menerima penghargaan IJTI Award kategori Bumi Untuk Sesama.
Penghargaan itu diberikan kepada PBMS atas perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis kemitraan, mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, serta membagikan manfaat demi kemakmuran bersama.
Ketua Koperasi PBMS, Aji Gunawan, mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, perjalanan koperasi yang berasal dari desa hingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Kalau dibilang kami itu merasa mimpi, karena apa? Kami dari desa. Bisa dikatakan dari desa, tapi alhamdulillah ternyata di Sukabumi itu sangat luar biasa. Kami yang dari desa tidak punya kemampuan, tidak punya pendidikan, tapi punya keinginan. Alhamdulillah sampai hari ini kami sudah bisa berjalan. Bahkan sudah bisa membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” tutur Aji, Sabtu malam (26/9/2026).
Salah satu bentuk kontribusi yang telah dilakukan koperasi yakni pembangunan 10 rutilahu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya PBMS membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.
“Salah satunya dari rutilahu, alhamdulillah Koperasi Bumi Kiara Bermitra Sejahtera sudah bisa membangun 10 rutilahu,” ujarnya.
Selain rutilahu, PBMS juga ikut membangun fasilitas keagamaan. Salah satunya masjid yang berada di Kampung Ciganur, RT 01/07, Desa Kertajaya. Untuk pembangunan masjid tersebut, koperasi menggelontorkan dana sebesar Rp207,3 juta.
“Alhamdulillah kami merasa bangga sudah bisa mendonasikan atau membangun masjid. Sebab masjid itu rumah Allah, kami sudah bisa membangun dengan nominal 207 juta 300 ribu rupiah,” katanya.
Menurut Aji, apa yang dilakukan koperasi merupakan bagian dari upaya menggali sekaligus mengelola potensi yang dimiliki Sukabumi agar manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat.
Ia menilai, potensi daerah yang besar harus diiringi kemauan dan keberanian untuk mengelolanya secara bersama-sama.
“Alhamdulillah sampai apa… pembangunan jalan segala macam, alhamdulillah. Ternyata mari kita dorong, kita bareng, bareng bersinergi bersama IJTI, ternyata kita bisa,” tutur Aji.
Dalam menjalankan berbagai kegiatan tersebut, PBMS juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Mulai dari tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda hingga pemerintah setempat.
“Banyak potensi di Sukabumi yang bisa digali walaupun kami secara… apa… pendidikan atau segala macam kami terbatas. Tapi dengan dukungan dan dorongan dari tokoh masyarakat, para alim ulama, tokoh pemuda, dan juga pemerintah setempat, alhamdulillah kami bisa berjalan sampai saat ini,” imbuhnya.
Aji menegaskan, penghargaan IJTI Award tidak ingin dijadikan sebagai titik akhir. Sebaliknya, apresiasi tersebut menjadi dorongan agar koperasi dapat bekerja lebih baik dan memperbesar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Dan kami merasa bersyukur sudah mendapatkan penghargaan, tentunya kami harus lebih berpikir dan lebih bekerja lebih baik lagi. Karena apa? Dengan penghargaan ini bukan berarti ini sudah baik. Ini awal jalan kebaikan berarti menuju baik yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran media, khususnya IJTI, yang menurutnya ikut membantu memperluas informasi mengenai kegiatan koperasi hingga mendapat perhatian dari pemerintah.
“Dan kami merasa bersyukur bahwa kami atas dorongan dan pemberitaan-pemberitaan dari media, terutama dari IJTI, sudah melebarluas dan kami alhamdulillah sudah direspons oleh pemerintah,” ungkap Aji.
Koperasi yang mulai berjalan sejak 23 November 2025 itu kini menargetkan bantuan rutilahu dapat terus diperluas di Desa Kertajaya. Menurut Aji, program tersebut masih akan terus berjalan selama koperasi mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Dan itu bukan yang terakhir, kami targetkan di Kertajaya itu semua rutilahu akan kami bangun dan akan kami bantu. Tentunya kami perlu support atau dorongan dari pemerintah juga,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











