JURNALSUKABUMI.COM – Sosok Nyi Roro Kidul, pendekar, nelayan, petani hingga superhero dari jagat Marvel memenuhi jalanan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/8/2026).
Mereka bukan tampil dalam sebuah film, melainkan bagian dari karnaval kemerdekaan yang kembali digelar setelah tiga tahun vakum. Sebanyak 10.291 peserta dari 41 lembaga ikut ambil bagian dalam pawai yang mengambil tema “Pesona Bahari Palabuhanratu: Merawat Tradisi, Menjaga Bumi, Mengisi Kemerdekaan.”
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga kelompok masyarakat umum. Mereka memulai perjalanan dari Alun-Alun Palabuhanratu, melewati kawasan pasar, Pangsor dan Setda, kemudian kembali ke kawasan alun-alun.
Di sepanjang rute, kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri. Ada rombongan yang membawa identitas kehidupan masyarakat pesisir, lengkap dengan kostum nelayan. Kelompok lainnya tampil sebagai pendekar, petani dan tokoh-tokoh dengan pakaian bernuansa kerajaan.
Karakter Nyi Roro Kidul juga mencuri perhatian. Sosok yang lekat dengan legenda Pantai Selatan itu ditampilkan dalam parade dengan balutan kostum khas.
Tak kalah menarik, karakter superhero dari serial Marvel ikut muncul di tengah lautan peserta. Perpaduan budaya lokal, profesi masyarakat dan karakter populer membuat karnaval berlangsung penuh warna.
Namun, karnaval kali ini bukan sekadar pawai. Panitia mengemasnya menjadi kompetisi kreativitas, sehingga peserta memiliki tantangan untuk tampil kompak sekaligus menarik.
Ketua Panitia Karnaval Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, mengatakan tema pesona bahari sengaja dipilih untuk mengangkat identitas Palabuhanratu sebagai wilayah yang tidak terpisahkan dari laut.
“Palabuhanratu itu identik dengan laut. Kita tidak akan melupakan jati diri kita,” kata Febri.
Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang bahkan berada di luar perkiraan awal panitia. Sebelumnya, panitia sempat mempertimbangkan pembatasan jumlah peserta karena karnaval tahun ini sekaligus dijadikan perlombaan.
Namun, keinginan peserta untuk kembali mengikuti karnaval setelah tiga tahun vakum membuat rencana pembatasan tersebut akhirnya tidak diterapkan.
“Kita tadinya membatasi. Tetapi peserta mengatakan, ‘Kami ingin ikut karena sudah hampir tiga tahun tidak ada kegiatan karnaval kemerdekaan’,” ujarnya.
Sekretaris Kecamatan Palabuhanratu, Hendriana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sukabumi yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Kecamatan Palabuhanratu.
Menurutnya, tingginya partisipasi tidak terlepas dari kerinduan masyarakat terhadap karnaval kemerdekaan yang terakhir digelar pada 2023.
“Ini momen yang ditunggu-tunggu semua pihak karena kegiatan ini sempat vakum selama tiga tahun,” kata Hendriana.
Persiapan kegiatan juga berlangsung relatif singkat. Panitia sempat menyiapkan pelaksanaan pada 18 Agustus sebelum akhirnya jadwal digeser menjadi 20 Agustus.
“Meski digelar pada hari kerja dan melibatkan ribuan pelajar, pelaksanaan kegiatan telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











