Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gemerlap panggung Opening Ceremonial Asian Games 2026 di Oasis 21, Sakae, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026), menjadi ruang bagi budaya Sunda untuk tampil di hadapan publik internasional.

Di antara para penampil, sosok perempuan asal Kabupaten Sukabumi ikut membawa warna Indonesia melalui gerak Tari Jaipong Nyi Bentang Ronggeng.

Dia adalah Siti Dalfa Elina, 20 tahun, gadis asal Kampung Sumur Tilu, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Dengan balutan busana tari dan gerakan khas Jaipong, Siti tampil membawa kesenian tradisional yang selama ini dekat dengan perjalanan hidupnya di tanah kelahiran.

Yang membuat momen itu semakin menarik, Siti kini tidak sedang berada di Sukabumi. Ia tengah menjalani pendidikan di Jepang melalui program beasiswa.

“Saya kebetulan sekolah beasiswa di sini, di Jepang. Sekalian ada acara itu, saya diundang,” katanya, Senin (21/9/2026).

Kesempatan tampil di panggung Asian Games 2026 datang ketika Siti baru sekitar enam bulan menjalani kehidupan di Jepang.

Ia tercatat sebagai mahasiswa semester pertama Nihonggo Gakko, sekolah bahasa Jepang di bawah Sawarabi Academy. Saat ini, Siti tinggal di Toyokawa-shi, Aichi-ken.

Namun, perjalanan Siti ke Jepang tidak membuat identitas budayanya tertinggal. Justru di negeri orang, kesenian Sunda yang ditekuninya mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

Siti merupakan anggota Sanggar Tari Jampang Warrior Dance (JWD) Entertainment Surade. Dari sanggar inilah kecintaannya terhadap seni tari terus tumbuh hingga akhirnya membawanya tampil di panggung internasional.

“Saya membawa nama Surade, Kabupaten Sukabumi, dari Sanggar Tari Jampang Warrior Dance Surade,” ujarnya.

Kalimat itu menjadi penanda bahwa penampilan Siti bukan sekadar pertunjukan tari.

Di balik gerakan Jaipong yang ia bawakan, ada nama Surade, Kabupaten Sukabumi, sanggar tempatnya belajar, sekaligus identitas budaya Sunda yang dibawanya hingga ke Jepang.

Bagi Siti, panggung Opening Ceremonial Asian Games 2026 menjadi pengalaman yang mempertemukan dua perjalanan sekaligus: pendidikan di Jepang dan kecintaannya terhadap seni tradisional Indonesia.

Di tengah kehidupan sebagai pelajar di negeri orang, ia tetap membawa sesuatu dari kampung halamannya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Wamen BKKBN Isyana Bagoes Oka Tinjau Penanganan Stunting di Sukabumi
Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Satgas Yonarmed 13/Nanggala Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Aksi Sosial di Perbatasan
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Wamen BKKBN Isyana Bagoes Oka Tinjau Penanganan Stunting di Sukabumi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Berita Terbaru