Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas pengerukan tanah dan batuan menggunakan excavator di sekitar gerbang kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark menuai sorotan. Keberadaan alat berat tepat di pintu masuk kawasan wisata tersebut dinilai mencederai wajah pariwisata Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan bertaraf internasional.

Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, menilai kondisi itu menjadi bukti lemahnya penataan kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, status UNESCO Global Geopark seharusnya menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan wisata dan kelestarian lingkungan, bukan justru menghadirkan aktivitas pengerukan di area strategis pariwisata.

“Ini sangat ironis. Di depan gerbang utama geopark yang menjadi wajah pariwisata Sukabumi justru terlihat aktivitas pengerukan tanah dan batuan. Hal ini memperlihatkan bahwa penataan kawasan wisata belum berjalan serius,” ujar Dede Heri.

Ia juga menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata yang sebelumnya menetapkan sejumlah desa wisata dan kampung wisata. Menurutnya, penetapan tersebut jangan sampai hanya menjadi formalitas administratif tanpa dibarengi pengawasan dan penataan nyata di lapangan.

“Jangan sampai penetapan desa wisata hanya kuat di atas kertas, tetapi kondisi di lapangan bertolak belakang. Kalau di gerbang utama saja ada aktivitas seperti ini, tentu masyarakat akan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga kawasan wisata,” katanya.

Dede Heri menegaskan, kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark merupakan aset penting yang membawa nama Sukabumi ke tingkat dunia. Karena itu, penataan kawasan wisata harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada pelestarian lingkungan.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi aktivitas pengerukan yang berada di sekitar gerbang geopark. Selain itu, diperlukan langkah konkret untuk menjaga estetika dan kelestarian kawasan wisata agar citra Sukabumi sebagai destinasi wisata internasional tidak tercoreng.

“Status UNESCO Global Geopark ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu
Nagrak Membiru! Warga dan Bupati Kompak Dukung Persib Bandung
Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Sang “Predator”, Sapi Kurban Prabowo Siap Disembelih di Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:45 WIB

Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:01 WIB

Nagrak Membiru! Warga dan Bupati Kompak Dukung Persib Bandung

Berita Terbaru

Pendidikan

Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:34 WIB