JURNALSUKABUMI.COM – Upaya pemulangan 15 warga asal Sukabumi yang terlantar di Mamuju, Sulawesi Barat, mulai dipersiapkan. Langkah tersebut berkat kolaborasi dan respons cepat berbagai pihak.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi bersama relawan kemanusiaan yang terhubung dengan relawan KDM bergerak melakukan koordinasi setelah para pekerja tersebut diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja.
Kasus ini mencuat setelah video berdurasi 1 menit 39 detik beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, para korban mengaku ditinggalkan mandor yang sebelumnya menjanjikan pekerjaan beserta uang kasbon sebesar Rp1,5 juta.
Namun sesampainya di Mamuju, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada. Mandor yang membawa mereka justru menghilang, membuat belasan warga Sukabumi tersebut terlantar tanpa uang dan tanpa kepastian.
Relawan kemanusiaan asal Sukabumi, Sigit Ahmad, mengatakan proses koordinasi pemulangan kini sedang dilakukan bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait.
“Dinas Ketenagakerjaan bersama relawan KDM Egi Sonia sedang mempersiapkan proses pemulangan 15 warga Sukabumi ini,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Kondisi para korban disebut semakin memprihatinkan. Selain kehabisan bekal dan sudah beberapa hari kesulitan makan, sejumlah pekerja mulai mengalami gangguan kesehatan.
Dari laporan yang diterima relawan, sedikitnya tiga orang sudah menunjukkan gejala sakit. Namun keterbatasan biaya membuat mereka belum mendapatkan penanganan medis secara optimal.
“Mereka sudah mulai ada yang sakit. Ini yang sekarang jadi perhatian utama selain pemulangan,” kata Sigit.
Diketahui, Para korban saat ini masih bertahan di sebuah rumah penampungan seadanya di Mamuju. Mereka mengaku seluruh uang yang dimiliki habis untuk ongkos perjalanan menuju Sulawesi Barat setelah tergiur tawaran pekerjaan.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












