JURNALSUKABUMI.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Yayasan Konservasi Sintas Bogor mulai melakukan perburuan jejak Macan Tutul Jawa di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh-Cibanteng, Kabupaten Sukabumi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 80 unit kamera trap diterjunkan dalam operasi kali ini.
Pemasangan puluhan kamera pemantau tersebut tersebar di lahan konservasi seluas 8.495 hektare yang masuk ke wilayah Kecamatan Ciemas dan Kecamatan Ciracap. Petugas menyisir blok-blok hutan dan memasang alat dengan jarak antar titik sekitar dua kilometer.
Kepala Resor BKSDA Cikepuh, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa langkah masif ini diambil untuk mendapatkan data populasi predator puncak tersebut secara lebih akurat dan menyeluruh.
“Tujuannya jelas, untuk memonitoring populasi macan tutul yang ada di kawasan SM Cikepuh-Cibanteng,” ungkap Iwan kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (09/05/2026).
Iwan menjelaskan, jumlah kamera yang dipasang tahun ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2023 yang hanya mengandalkan 12 unit kamera. Peningkatan jumlah alat ini diharapkan mampu menutup celah informasi yang sebelumnya tidak terekam.
“Sekarang dipasang 80 unit, sehingga bisa mewakili semua blok yang ada. Pada pemantauan sebelumnya memang sempat terekam enam ekor, tapi profil lengkapnya seperti jenis kelamin dan pola geraknya belum teridentifikasi pasti,” jelasnya.
Selain teknis pemantauan, BKSDA juga menaruh perhatian pada keamanan alat di lapangan. Mengingat kawasan Cikepuh sering dilintasi warga yang menuju pantai, sosialisasi ke tingkat desa hingga Forkopimcam pun diperkuat.
“Kami meminta masyarakat agar tidak mengganggu atau mengambil kamera trap yang dipasang. Kami sudah titip pesan ke Pemdes dan warga sekitar agar sama-sama menjaga,” tegas Iwan.
Nantinya, 80 kamera ini akan merekam aktivitas satwa liar selama dua bulan penuh. Data hasil rekaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan perlindungan satwa dilindungi di Sukabumi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan







