Tak Kantongi SLF, DPRD Sukabumi Ancam Tutup Tower Tak Berizin

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi mulai mengambil posisi tegas terhadap dugaan pelanggaran perizinan menara telekomunikasi di wilayah Citepus. Tidak hanya sebatas teguran, DPRD membuka opsi penutupan operasional bagi perusahaan yang terbukti tidak memenuhi syarat legal.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar administratif, melainkan menyangkut kepatuhan hukum dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

“Izin itu wajib. SLF dan PBG bukan pilihan, tapi keharusan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya usai audiensi bersama sejumlah instansi dan perwakilan masyarakat Selasa kemrin (5/5/2026).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat melalui BAPEKSI PAC Palabuhanratu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD langsung menggelar audiensi lintas sektor dengan melibatkan dinas teknis seperti perizinan, tata ruang, hingga Satpol PP.

Langkah ini menandai peran aktif DPRD tidak hanya sebagai lembaga legislasi, tetapi juga pengawas langsung terhadap implementasi aturan di lapangan.

Hamzah menilai, lemahnya pengawasan selama ini berpotensi membuka celah bagi perusahaan untuk beroperasi tanpa kelengkapan izin.

“Jangan sampai ada pembiaran. Kalau tidak patuh, sanksi harus dijalankan,” ujarnya.

Selain dugaan belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF), DPRD juga menyoroti kemungkinan pelanggaran lain, termasuk kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) yang belum optimal.

Menurut Hamzah, praktik perizinan tidak boleh berhenti pada dokumen, tetapi harus berbanding lurus dengan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

“Jangan hanya beres di atas kertas. Kewajiban ke masyarakat juga harus dijalankan,” katanya.

Komisi II menegaskan akan mendorong dinas terkait untuk segera mengeluarkan teguran resmi. Jika tidak diindahkan, DPRD siap merekomendasikan langkah lebih keras, termasuk penghentian operasional.

“Sanksinya jelas, bisa sampai penutupan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Hamzah.

DPRD juga membuka peluang untuk melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam proses perizinan.

Ketua BAPEKSI PAC Palabuhanratu, Ramdan Rustiawan, mengapresiasi respons cepat DPRD dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

Menurutnya, penertiban perizinan menjadi langkah penting untuk memastikan hak masyarakat tidak terabaikan.

“Kami hanya ingin aturan ditegakkan dan masyarakat tidak dirugikan,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru